Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Aktivitas pemindahan muatan batu bara dari tongkang ke kapal induk dengan floating crane oleh anak usaha PT Indika Energy Tbk. (INDY). - indikaenergy.co.id\\r\\n
Premium

Harga Batu Bara Panas, Bagaimana Target PTBA, ADRO, hingga INDY?

21 April 2021 | 07:34 WIB
Peluang emiten produsen batu bara memacu kinerja terbuka lebar di tengah tren memanasnya harga emas hitam.

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah emiten produsen batu bara menghitung ulang panduan produksi seiring dengan kenaikan target produksi nasional serta tren penguatan harga emas hitam yang masih berlanjut.

Harga batu bara kembali ke level di atas US$90 per ton setelah sempat mendingin pada pekan pertama April 2021. Rilis data pertumbuhan ekonomi China pekan lalu yang menunjukkan pertumbuhan hingga 18,3 persen pada kuartal I/2021 menjadi salah satu pemantik.

Perekonomian negara konsumen terbesar batu bara itu terus pulih setelah terkontraksi pada kuartal I/2020. Hasil industri dan ekspor yang kuat sejalan dengan permintaan barang-barang medis serta perangkat elektronik buatan China.

Dari dalam negeri, pemerintah menetapkan harga batu bara acuan (HBA) naik 2,61 persen atau US$2,21 per ton menjadi US$86,68 per ton untuk periode April 2021. Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan tambahan jumlah produksi batu bara sebanyak 75 juta ton untuk penjualan ke luar negeri sehingga target produksi menjadi 625 juta ton pada tahun ini.

Di tengah kondisi itu, Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk. Apollonius Andwie C. mengatakan perseroan berencana menyesuaikan panduan produksi pada tahun ini.

“Saat ini masih dalam proses penghitungan, tapi perkiraannya kenaikan tidak akan jauh berbeda dari target 2021 sebelumnya yang sebesar 29,5 juta ton. Di mana angka tersebut merupakan produksi tertinggi perseroan,” ujar Pollo kepada Bisnis, Senin (19/4/2021).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top