Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel.  - JIBI/Nurul Hidayat
Lihat Foto
Premium

Optimisme Antam (ANTM) & Vale (INCO) di Tengah Pelemahan Harga Nikel

Optimisme terkait dengan prospek pasar dan harga nikel global masih diapungkan oleh PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) di tengah penurunan harga komoditas itu.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com
20 April 2021 | 20:29 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga komoditas nikel dibayangi sejumlah sentimen negatif yang terus memacu koreksi yang signifikan. 

Harga nikel, terekam mengalami koreksi tajam yang dimulai pada akhir bulan Maret. Sejumlah pengamat memperkirakan, kondisi tersebut dipicu oleh sentimen dari China. Seperti diketahui, Perdana Menteri China Li Keqiang sempat menekankan pentingnya perbaikan regulasi di pasar bahan mentah, termasuk nikel.

Adapun, saat ini, harga nikel telah berada di level terendahnya lebih dari dua pekan menyusul sikap investor yang mempertimbangkan potensi penambahan pasokan dari Filipina.

Filipina merupakan salah satu negara eksportir bijih nikel utama untuk China. Hal ini terjadi di tengah terbatasnya pasokan akibat terhentinya kegiatan pada sejumlah tambang nikel karena pembatasan terkait dampak lingkungan.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (20/4/2021) harga nikel di bursa Shanghai, China sempat terkoreksi hingga 2,2 persen ke US$16.010 per metrik ton. Capaian tersebut merupakan posisi terendah nikel sejak 1 April lalu.

Sementara itu, harga nikel pada London Metal Exchange (LME) terpantau turun tipis 0,01 persen ke level US$16.363 per metrik ton. Secara year to date (ytd), harga komoditas ini telah terkoreksi sebesar 1,50 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top