Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan perawatan regulator jaringan gas rumah tangga (jargas) di Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Aceh, Selasa (2/6/2020). - Antara / Rahmad
Premium

Menakar Kemampuan PGAS Memulihkan Kinerja di 2021

12 April 2021 | 17:58 WIB
PT Perusahaan Gas Negara Tbk., membukukan penurunan kinerja keuangan pada 2020. Mampukah emiten pelat merah tersebut membalikkan nasibnya tahun ini?

Bisnis.com, JAKARTA – Tahun lalu bisa dibilang menjadi periode yang sulit bagi PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Perusahaan tercatat mendapatkan rapor merah di kinerja keuangannya. Apalagi perseroan juga sempat mengalami sengketa perpajakan.

Berdasarkan laporan keuangan, emiten berkode saham PGAS itu mengalami tekanan profitabilitas sehingga mengantongi rugi tahun berjalan yang dapat diatribusi kepada entitas induk sebesar US$260,15 juta.

Capaian tersebut berbanding terbalik dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laba bersih US$83,7 juta.

Sejalan dengan itu, PGAS mencatatkan penurunan 25 persen secara year on year (yoy) pada pos pendapatan menjadi sebesar US$2,88 miliar dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar US$3,84 miliar. 

Pendapatan itu terdiri atas segmen bisnis niaga dan transmisi sebesar US$2,7 miliar, eksplorasi dan produksi minyak dan gas sebesar US$203,7 juta, dan pendapatan operasi lainnya US$259,78 juta.

Adapun lebih perinci, pendapatan niaga gas bumi perseroan terdiri atas industri dan komersial sebesar US$2,28 miliar terkoreksi 22,9 persen yoy, dan SPBG sebesar US$2,64 juta yang turun 15,5 persen yoy.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top