Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Rumah potong milik Widodo Makmur Unggas. - Dok. Widodo Makmur Unggas
Premium

Emiten Unggas Dapat ‘Suplemen’, Siapa Berkokok Paling Kencang?

02 Maret 2021 | 13:03 WIB
Kinerja emiten unggas digadang-gadang akan lebih stabil pada 2021 meski tantangan masih mengadang.

Bisnis.com, JAKARTA — Serangkaian strategi diramu oleh emiten unggas pada 2021 di tengah ekspektasi perbaikan kondisi daya beli dan kinerja tahun ini. 

Tekanan yang dihadapi emiten unggas pada 2020 tecermin dari kinerja keuangan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA). Dalam laporan keuangan per 31 Desember 2020, JPFA membukukan penurunan pendapatan 4,9 persen year on year (yoy) dari Rp38,87 triliun pada 2019 menjadi Rp36,96 triliun.

Penurunan itu dipicu oleh penjualan neto segmen pakan ternak yang merosot 19,99 persen yoy menjadi Rp10,83 triliun. Kendati demikian, penjualan peternakan komersial tumbuh 15,86 persen yoy menjadi Rp13,36 triliun pada 2020.

Kontraksi pendapatan turut menekan profitabilitas JPFA. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk JPFA pada tahun lalu tergerus 48,1 persen dari Rp1,76 triliun menjadi Rp916,7 miliar.

Bahkan laba JPFA turun berturut-turut sejak 2018. Saat itu, JPFA mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,16 triliun.

Emma A. Fauni, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menuturkan kinerja JPFA pada kuartal IV/2020 menunjukkan adanya perbaikan. Pasalnya, laba pada periode tersebut yang mencapai Rp666 miliar mencerminkan kenaikan 546,1 persen secara kuartalan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top