Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Briket nikel di fasilitas pengolahan komoditas tersebut di Australia. - Bloomberg/Philip Gostelow
Premium

Perisai Nikel Aneka Tambang (ANTM) Menahan Tekanan Harga Emas

01 Maret 2021 | 18:52 WIB
Harga emas global sedang menunjukkan tren penurunan. Bagaimana dampaknya terhadap kinerja PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM)?

Bisnis.com, JAKARTA — Bulan Februari belum menjadi momen menggembirakan bagi komoditas emas. Tren menunjukkan bahwa harga emas dunia sepanjang bulan lalu masih cenderung mengalami tekanan.

Harga emas di pasar spot parkir di level US$1.734 per akhir Februari 2021, turun sekitar 6,11 persen dari harga akhir Januari dan 8,64 persen secara year-to-date (ytd). Sementara itu, harga emas Comex diperdagangkan di rentang US$1.728 menyusut 6,59 persen dari posisi akhir Januari serta 8,81 persen secara ytd.

Situasi tersebut turut berimbas ke harga emas lokal yang diproduksi emiten pelat merah PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) alias Antam. Dari posisi Rp954.000 per gram pada pengujung Januari, harga emas 24 karat Antam terjun bebas sekitar 3,87 persen ke angka Rp917.000 per gram per Minggu (28/2/2021).

Apabila dibandingkan dengan posisi akhir 2020, penurunan harga emas 24 karat Antam bahkan lebih tajam lagi. Tepatnya, mencapai 4,97 persen dari posisi akhir tahun lalu yang masih seharga Rp965.000 per gram.

Menariknya, kendati harga emas meluncur, saham ANTM justru menampakkan rapor stabil. Bahkan, cenderung menguat 27,92 persen sepanjang Februari 2021, atau 29,68 persen dari posisi Rp2.190 secara ytd.

Sampai akhir perdagangan Senin (1/3), saham ANTM tercatat berada di level harga Rp2.840. Itu artinya, saham emiten tersebut mengalami penguatan 9,23 persen sepanjang Februari dan naik 29,68 persen secara ytd.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top