Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawati PT Bank Tabungan Negara memberikan penjelasan mengenai produk perbankan kepada nasabah di Jakarta, Senin (8/12018). - Bisnis/Dedi Gunawan\\r\\n
Premium

Historia Bisnis : BBTN Ogah Dimerger dengan BBRI dan BBNI

25 Februari 2021 | 16:02 WIB
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) lebih memilih dipertahankan sebagai bank khusus yang  mendanai perumahan daripada merger.rnrn 

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) mengisyaratkan penolakan terhadap rencana merger dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang berhembus pada 2005.

Bank Negara Indonesia (BNI) berambisi besar menggabungkan kekuatan dengan Bank Tabungan Negara (BTN) pada 2005. Langkah itu digadang-gadang akan memperkuat permodalan kedua bank.

Bahkan, rencana merger BNI dan BTN kala itu juga telah mendapat lampu hijau dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sugiharto.

Sayangnya, ambisi itu seolah bertepuk sebelah tangan. Direktur Utama Bank Tabungan Negara saat itu, Kodradi, menyampaikan penjelasan di Koran Bisnis Indonesia edisi 25 Februari 2005 dalam artikel berjudul ‘BRI ngotot ambil BTN’.

Kodradi menjelaskan bahwa sebaiknya emiten berkode saham BBTN itu dipertahankan sebagai bank yang khusus mendanai perumahan. Kendati demikian, perseroan menyerahkan keputusan mengenai rencana merger kepada pemegang saham.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top