Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Kendaraan melintas di Jalan Sudirman saat diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, Senin (13/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Premium

PPKM Mikro Dimulai, Emiten Mana yang Berpotensi Tahan Banting?

09 Februari 2021 | 14:41 WIB
Ada sebagian sektor usaha dan emiten yang tidak terdampak signifikan dan malah bisa meraih pemasukan, saat usaha lain mengalami penurunan pendapatan di kala PPKM mikro diberlakukan.

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah mulai memberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro mulai 9-22 Februari 2021. 

PPKM mikro yang diberlakukan merupakan kelanjutan dari pembatasan pertama dan kedua yang sudah berjalan sejak 11 Januari lalu di Jawa dan Bali.

Pasalnya, sejak pemberlakuan kebijakan pembatasan wilayah Jawa-Bali masih dinilai kurang efektif mengurangi penularan dan jumlah kasus. 

Adapun kebijakan ini diberlakukan di 7 provinsi yang berada di Pulau Jawa dan Bali. Kebijakan ini terdapat aturan bekerja di kantor dibatasi 50 persen yang sisanya secara work from home (WFH).

Sementara pusat bisnis seperti kegiatan pusat perbelanjaan dan mal, waktu operasionalnya dibatasi sampai pukul 21.00. Selanjutnya, untuk kapasitas makan di tempat maksimal 50 persen dan diperbolehkan buka sampai pukul 21.00. Pembatasan juga dilakukan pada fasilitas umum lainnya yang berpotensi menyebarkan virus covid-19.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan masih terjadi peningkatan kasus di Bali. Sementara di Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta mulai terjadi penurunan. Sedangkan di DKI Jakarta, angka kasus baru cenderung flat.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top