Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Premium

Nelangsa MDKA, ‘Ditinggal’ Sandiaga Uno dan Terancam Gagal Kongsi dengan PSAB

08 Februari 2021 | 17:25 WIB
Usai harus menghadapi langkah hukum dengan anak usaha PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB), PT Merdeka Cooper Gold Tbk (MDKA) harus kembali mengalami penurunan jumlah kepemilikan saham dari emiten terafiliasi dengan Sandiaga Uno.

Bisnis.com, JAKARTA – Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa tersebut tepat menggambarkan kondisi emiten pertambangan mineral PT Merdeka Cooper Gold Tbk (MDKA) beberapa waktu terakhir.

Fenomena itu mulai tampak setelah para pemegang saham pengendali emiten berkode saham MDKA itu melepas sebagian kepemilikan sahamnya di perseroan. Salah satunya dilakukan oleh emiten milik Sandiaga Uno yakni PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Tercatat sejak September, Saratoga mulai mengurangi kepemilikan sahamnya di MDKA. Dalam laporan Kustodian Efek Indonesia (KSEI) pada 1 September 2020, SRTG tercatat menjual 131.904.691 saham MDKA. 

Melalui penjualan saham ini maka kepemilikan saham SRTG di MDKA menjadi 19,13 persen dari sebelumnya 19,74 persen. Dengan demikian kepemilikan saham perseroan yang terafiliasi Sandiaga Uno itu menjadi 4.189.971.184 saham.

Langkah Saratoga pun berlanjut pada bulan lalu. Berdasarkan data KSEI per 28 Januari 2021, kepemilikan saham SRTG di MDKA kembali menyusut menjadi 4.174.971.184 saham atau turun menjadi 19,07 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top