Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Ririek Adriansyah (dari kiri) berbincang dengan Direktur Digital Business Muhammad Fajrin Rasyid, Direktur Wholesale & International Service Dian Rachmawan dan Direktur Consumer Service FM Venusiana R seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (19/6/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Premium

Rencana Telkom (TLKM) di Tengah Kegamangan Penggelaran 5G

26 Januari 2021 | 17:47 WIB
Kementerian Kominfo berencana melakukan lelang ulang frekuensi 2,3 GHz dalam rangka penggelaran jaringan 5G di Indonesia. Bagaimana rencana PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) dalam meresponsnya?

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate memastikan implementasi 5G di Indonesia masih akan tetep berjalan meski proses seleksi frekuensi radio 2,3 Ghz saat ini dihentikan.

Tepatnya 23 Januari 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menghentikan proses seleksi radio 2,3 Ghz yang sedianya digunakan untuk penyelenggaraan jaringan 5G di Indonesia.

Terakhir, proses seleksi tersebut sudah memasuki tahap penetapan hasil pemilihan blok pita frekuensi radio pada 17 Desember 2020. Saat itu, PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) memilih Blok A, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Blok C, dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) Blok B dengan harga penawaran yang sama, yakni Rp144,86 miliar.

Kemenkominfo beralasan proses seleksi yang dimulai sejak 20 November 2020 akhirnya dihentikan sebagai sebuah langkah kehati-hatian dan kecermatan guna menyelaraskan setiap bagian dari proses seleksi tersebut. Hal itu disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan berkaitan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya Peraturan Pemerintah No. 80/2015.

Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) Ririek Adriansyah menilai dalam waktu jangka pendek implementasi jaringan 5G di Indonesia memang belum terlau dibutuhkan. Apalagi, pemakaian jaringan tersebut di Indonesia belum signifikan.

Misalnya saja, katanya, untuk keperluan sistem internet of things atau IoT guna menunjang industri 4.0 sebanarnya masih mumpuni dengan menggunakan platform 4G. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top