Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
KESEPAKATAN MINYAK: Dirut Pertamina Faisal Abda'oe (kedua dari kiri), Presdir PT Citra Patenindo Nusa Pratama Siti Hardiyanti (Mbak Tutut), Vice President Canadian Oxy Stephen J. Mills (kiri), dan Presdir Pancanadian Petroleum Thomas A. Simpson bertumpu tangan sebagai tanda sepakat, seusai penandatanganan kontrak pencarianminyak di bekas ladang Stanvac, Sumsel. - Bisnis - M Tavip Mohune
Premium

Ambisi Tutut Tiga Dekade Silam dan Cikal Bakal MNC TV

23 Januari 2021 | 16:57 WIB
Sebelum kini berubah nama menjadi MNC TV, dahulu Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) digadang-gadang menjadi terobosan baru di dunia pertelevisian nasional oleh putri mantan Presiden RI Soeharto, yakni Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut.

Bisnis.com, JAKARTA – Tepat 30 tahun lalu Indonesia memiliki sebuah stasiun televisi yang dikhususkan untuk menayangkan konten pendidikan.

Stasiun televisi itu adalah Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) yang kini telah berubah nama menjadi MNCTV. Kehadiran TPI ini melengkapi stasiun televisi lain yang sudah lebih dahulu ada yakni TVRI, SCTV dan RCTI.

Sesuai namanya, perusahaan penyiaran publik yang pada 1991 diluncurkan dan dikelola oleh PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (CTPI) tersebut, memiliki misi untuk menayangkan konten-konten siaran bermuatan pendidikan.

Kala itu, putri mantan Presiden Soeharto yakni Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut menyebutkan bahwa TPI mengusung ambisi khusus. Seperti diberitakan dalam Koran Bisnis Indonesia edisi 23 Januari 1991, Tutut yang menduduki posisi sebagai Presiden Direktur PT CTPI mengatakan, TPI menjadi fenomena tersendiri di dunia pertelevisian Tanah Air.

Pasalnya, apabila dibandingkan dengan negara tetangga di Asean, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memiliki stasiun televisi pendidikan yang dikelola oleh swasta. Sementara di negara tetangga pengelolaan televisi pendidikan dikuasai oleh pemerintah.

“Ini merupakan implementasi dari pastisipasi aktif swasta untuk ikut mencerdaskan bangsa,” katanya, seperti dikutip dari Koran Bisnis Indonesia edisi 23 Januari 1991, Sabtu (23/1/2021).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top