Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Suasana di Bursa Efek Jakarta pada 2007. - Antara / Jefri Aries
Premium

Historia Bisnis: Rusuh 'Investor Ritel' Berebut Saham SUMI

23 November 2020 | 22:35 WIB
Massa membakar tenda untuk menunggu dan terjadi dorong-dorongan dengan petugas.

Bisnis.com, JAKARTA - Fenomena auto reject atas (ARA) terhadap saham-saham emiten yang baru melakukan initial public offering (IPO) membuat investor ritel berebut meletakkan dana pada saham baru. 

Potensi keuntungan berlipat dalam waktu singkat menjadi alasan pilihan saham IPO didapatkan saat penjatahan. Setelah mendapatkan distribusi, langsung jual saat harga terbaik. Apalagi kondisi pasar sekunder diyakini akan menyerap saham yang baru melantai. 

Kondisi optimistis ini juga yang terjadi saat  PT Super Mitory Utama melakukan penawaran saham perdana. Ribuan orang menyemut di halaman PT PDFCI Securities untuk mendapatkan formulir penjatahan. 

Petugas bahkan harus melakukan pemblokiran jalan untuk menghadang para joki bagi calon investor. Akibatnya sejumlah massa membakar tenda-tenda administrasi di halaman gedung PDFCI. 

Bisnis Indonesia edisi 23 November 1993 melaporkan Ketua Bapepam, Bacelius Ruru otoritas telah meminta PDFCI Securities untuk memberi laporan tentang kasus perobohan dan pembakaran tenda pada hari pertama penawaran saham Super Mitory Utama. Emiten yang kemudian menggunakan ticker SUMI. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top