Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Deputi Perdana Menteri Kamboja Sok An (kanan) berjabat tangan dengan Peter Sondakh (kiri), Pemimpin dan CEO Grup Rajawali, setelah acara penandatanganan untuk maskapai penerbangan nasional Kamboja yang baru di Phnom Penh, Jumat (23/11/2007). - antara / Chor Sokunthea.
Premium

Historia Bisnis: Kongsi Group Rajawali Caplok Bentoel (RMBA)

06 November 2020 | 22:34 WIB
Group Rajawali menggandeng Gajah Tunggal mengambil alih pabrik rokok Bentoel (RMBA).

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bentoel memutuskan mengundang masuk bos Rajawali Group, Peter Sondakh sebagai pemegang saham mayoritas akibat perusahaan dalam kondisi kesulitan keuangan.

Bentoel, yang saat itu merupakan produsen rokok terbesar ketiga di Tanah Air, melalui persetujuan pemegang saham menjadikan PT Rajawali Wira Bhakti Utama (RWBU) sebagai bagian dari manajemen. Langkah ini merupakan tahap awal restrukturisasi utang yang mencapai sekitar Rp700 miliar.

Keputusan memasukkan Rajawali sebagai pemegang saham Bentoel didukung oleh 279 suara atau setara 76,6 persen, sedangkan 17,3 persen menolak dan 6,1 persen abstain.

Setelah masuk menjadi manajemen, Rajawali langsung merombak manajemen Bentoel. Baik posisi direksi dan komisaris. Peter Sondakh menjabat sebagai presiden direktur, sedangkan Boyke Gozali -keponakan Sjamsul Nursalim- dan B.G.W. Budhyarto, manajer cabang Deutsche Bank Surabaya didapuk menjadi direktur.

Benteol setelah dikendalikan oleh Kongsi Peter Sondakh juga mengangkat Fredy Gozali, keponakan lain Sjamsul Nursalim sebagai presiden komisaris. Dengan anggota masing-masing Frans Setiawan Wijaya, Edika Samsi Satya Dharma, Suryanto Salim, Robert Leman, Handoyo Santoso dan Jan Arifin sebagai komisaris.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top