Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan menunjukan aplikasi BRISOnline di salah satu kantor cabang BRI Syariah di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Bisnis - Abdurachman
Premium

Prospek Saham BRI Syariah (BRIS), Harapan Beralih ke Dividen & Janji Bank Global

22 Oktober 2020 | 09:01 WIB
Pasca merger, BRIS menjadi anak usaha PT Bank Mandiri (persero) Tbk. (BMRI)

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah secara tidak langsung resmi memulai penggabungan PT Bank BRI Syariah (BRIS) dengan PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) dan PT BNI Syariah. 

Entitas hasil penggabungan ini ditargetkan beroperasi dengan nama dan logo baru pada 1 Februari 2021 mendatang. Namun entitas baru ini akan mempertahankan status sebagai perusahaan terbuka dengan ticker BRIS.

 Terdapat sejumlah prospek yang dijanjikan oleh perusahaan hasil penggabungan ini seperti menjadi 10 besar bank syariah terbesar di dunia dalam 5 tahun ke depan.

Untuk itu perusahaan akan memperluas layanan dengan menyasar kelas menengah atas yang menginginkan layanan keuangan dengan prinsip syariah. BRIS juga menyasar posisi sebagai alternatif layanan keuangan investor global dan penyediaan penataan keuangan yang inovatif.

Sedangkan segmen mikro dan pasar UKM yang selama ini menjadi penopang tiga entitas bank asal hanya akan dilayani lebih selektif.

"Bank hasil penggabungan melihat bahwa terdapat beberapa sektor di Indonesia yang belum terpenetrasi dengan maksimal oleh perbankan syariah seperti agrikultur dan perhutanan, manufaktur dan processing, konstruksi, perdagangan ritel dan besar, pertambangan, properti, transportasi dan akomodasi," jelas manajemen dalam prospektusnya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top