Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pengunjung memotret layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis - Abdurachman
Premium

7 Bulan Corona: Kapitalisasi Pasar Lenyap Rp574 Triliun, Investor Kudu Piye?

03 Oktober 2020 | 11:59 WIB
IHSG parkir di level 4.926,73 pada akhir perdagangan Jumat (2/10/2020), turun 8,1 persen dari 5.361,246 pada 2 Maret 2020 lalu, tepat saat Presiden RI Joko Widodo mengumumkan pasien pertama terkonfirmasi Covid-19 di dalam negeri.

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertahan di bawah level 5.500, tak mampu bergerak enerjik bahkan setelah tujuh bulan virus Covid-19 ada di Indonesia.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG parkir di level 4.926,73 pada akhir perdagangan Jumat (2/10/2020). Posisi itu masih tercatat koreksi 8,1 persen dari 5.361,246 pada 2 Maret 2020 lalu, tepat saat Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dua pasien pertama terkonfirmasi Covid-19 di dalam negeri.

Adapun, kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia kemarin mencapai 5.729,84 triliun. Nilai itu berkurang 574,18 triliun dari posisi 6.304,02 triliun pada akhir Februari 2020.

Sejak saat ini, koreksi indeks acuan tidak terelakkan akibat aksi panic selling besar-besaran. Adapun, IHSG sempat menyentuh level terendahnya yakni 3.937,632 pada 24 Maret 2020.

Kepanikan pasar yang terjadi membuat otoritas harus mengeluarkan sejumlah kebijakan. Salah satunya asimetris auto rejection yang mulai diberlakukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai 10 Maret 2020.

Harga saham turun maksimal 7 persen, yang menjadi batas auto reject bawah (ARB) yang baru.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top