Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pengunjung memadati pameran Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jakarta, Kamis (25/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Premium

Ada PSBB dan Relaksasi Perpajakan Melayang, Ini Strategi Emiten Otomotif

29 September 2020 | 18:16 WIB
Tekanan masih belum bisa lepas dari emiten otomotif. Usai kebijakan PSBB DKI Jakarta diperpanjang, pemerintah juga tampak tak memberikan lampu hijau untuk usulan relaksasi perpajakan penjualan otomotif. Bagaimana strategi emiten otomotif untuk berkelit dari tekanan?

Bisnis.com, JAKARTA – Usulan mengenai insentif pajak mobil baru nol persen sudah ditanggapi Menteri Keuangan Sri Mulyani. Alih-alih ketok palu mengenai keputusan itu, komentar sang bendahara negara mengindikasi ke arah penolakan.

Sri Mulyani mengatakan pihaknya masih melakukan kajian terkait usulan itu dan masih akan mempertimbangkannya. Hal tersebut untuk melihat apakah usulan itu perlu dilakukan atau tidak.

Menurutnya, industri otomotif juga selama ini sudah menjadi salah satu segmen usaha yang mendapatkan insentif perpajakan.

"Sebetulnya insentif perpajakan sudah sangat banyak kami berikan dalam program PEN. Namun nanti harus melihat apa yang dibutuhkan untuk menstimulasi perekonomian kita kembali," kata Sri Mulyani belum lama ini.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merinci permintaan relaksasi pajak mobil baru diperlukan untuk menurunkan harga mobil baru. Usulan ini meliputi pemotongan tarif pajak hingga nol persen bagi mobil baru hingga Desember 2020.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top