Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Charoen Pokphand Indonesia. - Charoen
Premium

PROSPEK EMITEN UNGGAS: Mengukur Dampak PSBB Terhadap Kinerja

15 September 2020 | 13:20 WIB
Operasional emiten perusangaan masih berjalan normal di tengah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), karena termasuk dalam industri eensial.

Bisnis.com, JAKARTA — Pemberlakuan kembali pembatasan sosial berskala besar di wilayah DKI Jakarta diprediksi akan semakin menekan kinerja emiten perunggasan yang masih dibayangi pelemahan permintaan hingga kuartal III/2020.

Sekretaris Perusahaan PT Malindo Feedmill Tbk. Andre Andreas Hendjan mengatakan perusahaan termasuk ke dalam industri esensial. Dengan demikian, operasional masih berjalan normal di tengah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Andre mengatakan saat ini harga broiler dan day old chicken (doc) memang masih berfluktuasi berdasarkan permintaan. Akan tetapi, pihaknya mengklaim permintaan berangsur-angsur telah pulih.

“Secara keseluruhan mulai pulih walaupun belum 100 persen normal,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (14/9/2020).

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2020, kontribusi pendapatan dari bisnis broiler dan doc perseroan turun secara tahunan pada semester I/2020. Tercatat, jumlah yang dikantongi dari bisnis doc menyusut 28,70 persen dari Rp722,11 miliar per 30 Juni 2019 menjadi Rp514,85 miliar akhir Juni 2020.

Penurunan juga terjadi untuk pendapatan dari bisnis ayam pedaging atau broiler. Emiten berkode saham MAIN itu melaporkan realisasi turun 3,70 persen dari Rp432,60 miliar pada semester I/2019 menjadi Rp416,56 miliar per 30 Juni 2020.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top