Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja mengangkat buah sawit yang dipanen di Kisaran, Sumatera Utara, Indonesia. - Dimas Ardian / Bloomberg
Premium

Historia Bisnis: Gertakan Bulog untuk Impor CPO

07 September 2020 | 21:07 WIB
Harga minyak goreng yang terus melonjak pada 1994, membuat Menteri Urusan Pangan/Kepala Bulog Ibrahim Hasan mengancam melanjutkan dan menambah impor CPO dari Malaysia.

Bisnis.com, JAKARTA – Saat ini, Indonesia bisa dibilang sebagai rajanya produk sawit dunia baik sebagai produsen dan eksportir. Namun, sejarah mencatat, RI pernah hampir merasakan ketergantungan impor terhadap komoditas tersebut.  

Seperti diketahui dalam tiga tahun terakhir Indonesia menjadi produsen dan eksportir minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) terbesar dunia. Produsen CPO Indonesia bahkan telah ‘menjajah’ berbagai negara mitra, sebut saja India, Uni Eropa dan China.

Namun jika menarik ke belakang, tepatnya pada medio 1994, pemerintah pernah berencana terus menambah impor CPO. Wacana itu diungkapkan oleh Perum Badan Urusan Logistik (Persero) atau Bulog.

Berdasarkan pemberitaan Koran Bisnis Indonesia edisi 7 September 1994, Menteri Urusan Pangan/Kepala Bulog Ibrahim Hasan mengungkapkan bahwa rencana impor CPO bukanlah bualan semata. Menurutnya, rencana itu sangat mungkin untuk dilakukan.

Langkah Ibrahim tersebut bukanlah tanpa alasan. Adanya produsen minyak goreng dalam negeri yang menjual produknya dengan harga tidak wajar menjadi dasar sang Kepala Bulog mengeluarkan ancaman tersebut.

“Bulog siap mengimpor CPO bila ternyata pengenaan pajak ekspor tidak efektif menekan harga minyak goreng di dalam negeri,” ujarnya seperti dikutip dari Koran Bisnis Indonesia edisi 7 September 1994.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top