Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Bank Mandiri. - Dok. Pubex 2020
Premium

Jejak Kinerja Alumni Mandiri di Bank BUMN, Seberapa Tangguh?

07 September 2020 | 23:42 WIB
Pengaruh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. kian pekat di ranah perbankan pelat merah setelah seluruh kursi direktur utama bank disapu bersih diaspora perseroan. Seberapa cemerlang kiprah para bankir jebolan bank hasil penggabungan pasca krisis itu dalam mengejar laba untuk negara dalam 15 tahun terakhir dibanding bank BUMN lainnya?

Bisnis.com, JAKARTA – Penunjukkan Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) pekan lalu, kian mengukuhkan dominasi alumni Bank Mandiri. Dia menggantikan Herry Sidharta yang baru mengisi posisi tersebut sejak awal tahun ini.

Dengan kehadiran Royke sebagai pucuk pimpinan BNI, kini seluruh bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipimpin oleh alumni Bank Mandiri. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dipimpin oleh Sunarso yang juga alumni Bank Mandiri. Begitu pula PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) yang saat ini dipimpin Pahala Mansury, alumni Bank Mandiri lainnya.

Adapun, Bank Mandiri untuk sementara akan dipimpin oleh Hery Gunardi yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama perseroan. Dia akan mengisi posisi Plt. Direktur Utama, setidaknya hingga ada hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, lulusan Bank Mandiri memang acap kali memimpin Bank-bank BUMN. Di BTN misalnya, posisi Direktur Utama pernah diisi oleh tiga alumni Bank Mandiri, termasuk Pahala. Sementara itu, BNI pernah dipimpin oleh dua kali alumni Bank Mandiri, termasuk Royke.

Bank Mandiri sendiri dalam 15 tahun terakhir, hanya pernah satu kali memiliki Direktur Utama dari luar perseroan. Hal itu pun sebagai pelaksana tugas yakni sepanjang 25 Oktober 2019—9 Desember 2019, di bawah pimpinan Sulaiman Arif Arianto yang berasal dari BRI.

Sulaiman merupakan Wakil Direktur yang diangkat pada 2015. Posisi ini dipegang seiring lowongnya kursi direktur utama, ditinggal Kartika Wirjoatmodjo yang ditunjuk menjadi Wakil Menteri BUMN.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top