Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Johannes Budisutrisno Kotjo (kanan) bersiap menjalani sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (3/12/2018).  - Antara
Premium

Historia Bisnis: Maju Mundur Johannes Kotjo di Kanindotex

05 September 2020 | 12:17 WIB
Kemelut yang terjadii di tubuh Kanindotex kala itu membuat Johannes Kotjo harus keluar masuk dalam proses penyelamatan perusahaan. Ada peran Bambang Trihatmodjo dalam kembalinya Kotjo ke Kanindotex.

Bisnis.com, JAKARTA — Johannes Kotjo sedikit menghela nafas lega. Dalam hitungan bulan sejak terlibat dalam pusaran wacana penyelamatan pabrik tekstil Kanindotex, mantan orang kepercayaan Grup Salim tersebut akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya dari perseroan pada Minggu, 4 September 1994.

“Saya dan kawan-kawan dalam konsorsium memutuskan untuk menghentikan pasok modal kerja dan bahan baku ke Kanindotex, karena fungsi saya akan diambil alih oleh investor baru,” kata Kotjo seperti diwartakan Bisnis Indonesia edisi 5 September 1994.

Mundurnya Kotjo dari upaya membantu Kanindotex sebenarnya bukan kejutan. Menurut sumber anonim Bisnis, Kotjo mundur karena pemerintah punya skenario tersendiri dalam mengatasi kemelut di tubuh Kanindotex.

Kotjo awalnya merapat ke Kanindotex setelah mendengar bahwa DPR menyatakan Kanindotex, perusahaan yang dirintis pengusaha Robby Tjahjadi, tersangkut bad debt pada Februari 1994.

Selanjutnya, gerakannya masuk ke perusahaan kian agresif setelah muncul kabar ancaman pemutusan hubungan kerja terhadap 18.000 karyawan perusahaan.

“Secara tulus saya sangat prihatin terhadap nasib 18.000 pekerja. Saya ingin membantu menyelamatkan nasib karyawan dan aset nasional itu [Kanindotex],” kata Kotjo.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top