Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/4/2020). (Bisnis -  Himawan L Nugraha)
Premium

Bursa Obral Biaya IPO, Siapa Saja Sasarannya?

24 Juni 2020 | 22:06 WIB
Koreksi di pasar modal dan tekanan pada kinerja perusahaan mendorong otoritas pasar modal menambah daya tarik bagi emiten baru

Bisnis.com, JAKARTA— Otoritas pasar modal memoles lantai bursa guna menggaet emiten baru selama pandemi padahal di paruh pertama 2020 saja 28 emiten baru resmi terdaftar.  

Self regulatory organization (SRO) melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengucurkan stimulus kepada para pemangku kepentingan pasar modal. Kebijakan itu diharapkan menjaga optimisme pasar meski industri tengah dihadapkan pada dampak dari pandemi Covid-19.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan stimulus pemotongan sebesar 50 persen untuk biaya pencatatan awal saham dan atau biaya pencatatan saham tambahan dari perhitungan nilai masing-masing biaya bagi perusahaan tercatat atau calon perusahaan tercatat.

Kebijakan itu mulai berlaku sejak 18 Juni 2020 hingga 17 Desember 2020. Lalu, siapa saja sasaran obral biaya pencatatan itu?

Sampai dengan 22 Juni 2020, tercatat 21 perusahaan yang berencana melakukan pencatatan saham di BEI. Calon emiten itu tersebar dari berbagai sektor.

Delapan calon emiten berasal dari sektor perdagangan, jasa dan investasi. Kemudian, lima calon emiten berasal dari sektor properti, real estat dan konstruksi,

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top