Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Aktivitas penambangan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Premium

Nasib Golden Energy Mines (GEMS), Anak Grup Sinarmas di Persimpangan Jalan

22 Juni 2020 | 15:00 WIB
Tahun ini menjadi penentuan bagi GEMS antara delisting atau tetap tercatat di Bursa

Bisnis.com, JAKARTA— PT Golden Energy Mines (GEMS), anak usaha grup konglomerat Sinarmas harus melepaskan ancaman delisting yang ternyata telah dialami perusahaan pada 2017.  

Konglomerasi yang didirikan oleh mendiang Eka Tjipta Widjaja itu memiliki 11 perusahaan yang telah berstatus sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia.

Dari sektor finansial, PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar, yakni Rp85,96 triliun pada Kamis (12/3/2020) lalu menjadi Rp102,84 triliun pada Senin (22/6/2020) pukul 13.17 WIB.

Selain itu, Sinar Mas memiliki perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, seperti bubur kertas (pulp) dan kertas, perkebunan sawit, properti dan kawasan industri, telekomunikasi, hingga pertambangan dan kelistrikan.

Meskipun bisnisnya terintegrasi dari hulu ke hilir, kinerja saham selama tahun berjalan mayoritas terkoreksi. Hanya satu emiten saja yang mengalami kenaikan selama tahun berjalan yakni PT Dian Swastika Sentosa Tbk. (DSSA) yang menguat 58,56 persen.

Adapun, GEMS merupakan satu-satunya emiten Grup Sinarmas yang terparkir di harga Rp2.550 per saham karena untuk sementara perdagangan sahamnya dihentikan sejak 2018.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top