Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja berswafoto dengan latar belakang pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5/2020). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG pada Senin (11/5/2020) berakhir di level 4.639,1 dengan penguatan sekitar 0,91 persen atau 41,67 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Premium

Dana Investor Publik Rp5,19 Triliun Nyangkut di Saham Emiten yang Terancam Pailit

18 Juni 2020 | 16:00 WIB
Setidaknya, terdapat lima emiten yang sahamnya mendapat notasi khusus karena tak mengumpulkan pendapatan bahkan terancam pailit

Bisnis.com, JAKARTA— Setidaknya terdapat Rp5,95 triliun dana publik yang nyangkut di saham 12 emiten yang terancam pailit

Dari data Bursa Efek Indonesia, hingga Rabu (17/6/2020) malam, terdapat 78 emiten yang mendapatkan notasi khusus. Adapun, notasi khusus merupakan tanda yang disematkan otoritas kepada emiten yang sahamnya perlu mendapat perhatian khusus.

Notasi khusus ini bisa disebut sebagai rambu yang memberikan petunjuk kepada investor agar lebih waspada. Dengan demikian, diharapkan investor bisa menimbang risiko bila masih menginginkan menanamkan modal di emiten tersebut.

Adapun, terdapat beberapa jenis notasi khusus yang disematkan. Pertama, permohonan pernyataan pailit dengan tanda huruf B. Kedua, permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) bertanda M.

Ketiga, laporan keuangan menunjukkan ekuitas negatif dengan tanda E. Keempat, tak ada pendapatan usaha pada laporan keuangan yang ditandai dengan huruf S.

Kelima, akuntan publik memberikan opini tidak wajar yang ditandai dengan huruf A. Keenam, akuntan publik memberikan opini tidak menyatakan pendapat atau disclaimer yang terlihat dari tanda huruf D.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top