Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawati menunjukan uang Rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Minggu (7/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Premium

Cerita di Balik Gelombang MI Bubarkan Reksa Dana Terproteksi

16 Juni 2020 | 12:15 WIB
Kalangan MI berebut mengamankan pasokan obligasi korporasi untuk dijadikan aset dasar reksa dana terproteksi

Bisnis.com, JAKARTA— Ekonomi yang lesu menekan langkah korporasi yang ingin ekspansi. Obligasi korporasi baru tak lagi membanjiri pasar, manajer investasi (MI) berebut pasokan agar bisa tetap memproduksi reksa dana terproteksi. 

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat setidaknya terdapat 30 produk reksa dana terproteksi dibubarkan sepanjang April. Kemudian, angkanya bertambah 38 produk untuk periode Mei hingga 16 Juni 2020.

Dengan demikian, secara total terdapat sekira 68 produk yang dibatalkan. Sementara itu, dari sisi pendaftaran, terdapat 54 produk yang tercatat pada April hingga Mei. Jumlah itu pun bertambah 24 hingga 16 Juni 2020.

Kendati secara total jumlah produk baru lebih banyak, namun tambahan produk baru pada Juni belum mampu menggantikan dana dari produk yang telah dibubarkan.

Walhasil, pada Mei dana kelolaan reksa dana terproteksi menyusut mengikuti penurunan secara total. berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana secara industri per akhir Mei 2020 tercatat sebesar Rp476,28 triliun atau turun tipis dibandingkan dengan kondisi pada akhir April yakni Rp477,65 triliun.

Namun, dana kelolaan ini tecatat sebagai peringkat kedua terendah sepanjang tahun berjalan. Rekor NAB paling rendah sepanjang 2020 ini adalah pada bulan Maret 2020 yang mana dana kelolaan industri reksa dana anjlok menjadi Rp472,77 triliun dari sebelumnya Rp525,27 triliun akibat tertekannya pasar saham.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top