Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawati menunjukan mata uang Rupiah dan Dollar Ameika Serikat di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Premium

Bom Waktu Obligasi Korporasi

27 Mei 2020 | 18:00 WIB
Tekanan akibat pandemi virus corona menjalar ke mana-mana tak terkecuali obligasi korporasi

Bisnis.com, JAKARTA— Kata default atau gagal bayar menjadi hantu di pasar obligasi. Inikah bom waktu yang harus diantisipasi?

Belakangan pasar mendapat tekanan dari meroketnya imbal hasil surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun. Imbal hasil acuan itu berbalik menguat ketika pandemi virus corona datang.

Asumsi penurunan imbal hasil pada tahun ini pun harus dienyahkan sementara karena pasar bahkan merespons buruk instrumen yang pada tahun lalu mendapat peringkat sebagai instrumen teraman itu.

Belum lagi dengan salah satu perusahaan pelat merah yang mengundurkan pembayaran pokok medium term notes (MTN) jatuh temponya.

Berdasarkan data PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), hingga April 2020, penerbitan obligasi korporasi masih didominasi instrumen berperingkat AAA dengan nilai Rp12,56 triliun. Kendati demikian, bila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019 dan 2018, angkanya lebih rendah karena secara umum penerbitan mengalami penurunan.

Padahal dari sisi imbal hasil yang diberikan ketiga golongan peringkat ini cukup tinggi pada 2019. Untuk tenor 3 tahun, instrumen berperingkat BBB memiliki rentang imbal hasil 9,9 persen pada 2020 dan tertinggi pada 2019 dengan 11,36 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top