Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Menteri BUMN Erick Thohir memberikan sambutan dalam acara 1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum di Jakarta, Senin (10/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Premium

Pengelolaan BUMN ala Erick Thohir: Menjaga Napas Juru Selamat

Perusahaan BUMN diandalkan pemerintah dalam membantu menahan dampak gejolak pandemi virus corona atau Covid-19 di tengah masyarakat. Namun, nyatanya beberapa perusahaan pelat merah itu juga perlu diselamatkan karena keuangan dalam kondisi kepayahan.

Bisnis.com, JAKARTA – Tekanan ekonomi terjadi di Tanah Air seiring meluasnya pandemi Covid-19. Beragam lini bergerak mundur hingga minus sejak pasien pertama teridentifikasi.

Sebut saja pasar modal yang meninggalkan level tertingginya, nilai tukar rupiah yang merosot tajam dalam waktu singkat hingga jutaan dan pemutusan hubungan kerja terdahadap karyawan.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah melakukan berbagai cara untuk bertahan, termasuk mengerahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perusahaan pelat digerakkan untuk membantu baik dari sisi kesehatan, sosial, hingga menenagkan pasar keuangan termasuk menanggung risiko restrukturisasi kredit.

Untuk menopang pasar finansial, Menteri BUMN Erick Thohir menginstruksikan direksi perusahaan pelat merah untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham dengan total bujet triliunan (lihat tabel). Pembelian kembali saham di bursa itu dilakukan siring rontoknya IHSG hingga di bawah 4.000 yang turut menyeret saham-saham BUMN.

Erick juga meminta meminta BUMN untuk melakukan penerbitan surat utang berdenominasi dolar AS alias global bond. Putra Teddy Thohir, salah satu perintis dari grup Astra International bersama William Soeryadjaya itu menyebutkan bahwa dorongan penerbitan surat utang global itu diharapkan dapat membantu ekonomi dari sisi moneter dan menjaga nilai tukar. Membawa valuta asing dan membasuh likuiditas dalam negeri yang kering.

“Obligasi baru diusulkan dan disepakati, kami sepakat memang waktunya harus pas, untuk jumlahnya berapa, ini yang akan kami bicarakan. Tetapi, ini pasti khusus perusahaan yang punya rating bagus seperti Bank Mandiri, BRI, Pertamina,” kata Erick Thohir, beberapa waktu lalu.

Anda sedang membaca konten premium.

Dapatkan informasi komprehensif untuk menavigasi bisnis Anda hanya dengan Rp50.000/bulan.
Berlangganan SekarangAtau Klik Di Sini untuk berlangganan Rp15.000/minggu
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top