Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Menakar Kinerja Merdeka Copper Gold di Tengah Koreksi Emas

Pada 2019, PT Merdeka Copper Gold Tbk. membukukan kenaikan pendapatan sebesar 36,8 persen. Bagaimana pengaruh pergerakan harga emas terhadap emiten produsen logam mulia ini?
Finna U. Ulfah, Dhiany N. Utami & Pandu Gumilar
Finna U. Ulfah, Dhiany N. Utami & Pandu Gumilar - Bisnis.com 20 Maret 2020  |  14:04 WIB
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milik PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk., di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milik PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk., di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas yang sempat menunjukkan kenaikan pada awal 2020, kini sudah mulai kehilangan keperkasaannya. Potret harga emas tersebut lantas menjadi pertanyaan terhadap kilap emas PT Merdeka Copper Gold Tbk. 

Pada perdagangan Jumat (20/3/2020) pukul 11.22 WIB, harga emas Comex untuk kontrak April 2020 terpantau menguat 3,9 poin atau 0,26 persen ke level US$1.483,2 per troy ounce. Meski demikian, harga emas masih terkoreksi 2,44 persen secara year-to-date (ytd).

Adapun pergerakan harga saham Merdeka Copper Gold (MDKA) turun cukup dalam sejak awal tahun ini. Per Jumat (20/3) pukul 13.22 WIB, harganya berada di posisi Rp975 per lembar atau turun 10,55 persen secara ytd.

Kinerja perusahaan sepanjang 2019 pun belum mampu mengangkat harga sahamnya. Padahal, berdasarkan laporan keuangan perseroan, MDKA memeroleh pendapatan US$402,03 juta atau naik 36,8 persen dibandingkan dengan realisasi 2018.

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top