Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja mengeluarkan biji nikel dari tanur dalam proses furnace di smelter PT Vale Indonesia Tbk. di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/3/2019). - ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Premium

Mampukah INCO Kalahkan Tantangan Kinerja Tahun Ini?

Tahun ini, PT Vale Indonesia Tbk. berencana meremajakan furnace dan menyiapkan berbagai proyek lain. Di tengah tekanan dari virus corona dan seretnya permintaan, mampukah kinerja perseroan membaik pada 2020?

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah mencatatkan penurunan volume produksi pada 2019, PT Vale Indonesia Tbk. menetapkan target moderat pada produksi tahun ini. Bagaimana prospek kinerja emiten produsen nikel itu pada 2020?

Tahun lalu, perseroan memproduksi nikel sebanyak 71.025 ton atau menyusut 5 persen dari pencapaian tahun sebelumnya, yang mencapai 74.806 ton. Perseroan menyatakan hal tersebut terjadi karena adanya perawatan tambang, di mana salah satu perawatan terbesarnya adalah peremajaan bendungan Larona Kanal Lining untuk memastikan pasokan air ke Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) lebih stabil.

Direktur Keuangan Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan produksi pada 2020, tak akan mampu melampaui realisasi tahun lalu. Pasalnya, emiten berkode saham INCO itu bakal memulai pembangunan kembali tungku atau furnace 4 pada pengujung 2020.

“Target produksi 2020 kurang lebih sama dengan capaian 2019 karena adanya proyek peremajaan furnace 4 pada kuartal IV/2020,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, belum lama ini.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top