Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi - www.cliparthut.com
Premium

Sehari, Saham 4 Konglomerat Ini longsor Rp13,83 triliun

03 Februari 2020 | 18:28 WIB
Kekayaan konglomerat keluarga Hartono, Prajogo Pangestu, Sinarmas, dan Kuncoro Wibowo dari Grup Kawan lama tergerus gara-gara harga saham yang dimilikinya ikut tergelincir tren penurunan indeks harga saham gabungan.

Bisnis.com, JAKARTA — Tren penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi sejak akhir pekan lalu berlanjut di awal pekan ini hingga mengakibatkan kapitalisasi pasar saham-saham milik empat konglomerat Indonesia  tergerus hingga Rp13,83 triliun dalam sehari.

Berdasarkan data Bloomberg, Senin (3/2/2020), sepuluh emiten yang menjadi pemberat bursa adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang sahamnya turun 6,77 persen menjadi Rp6.200, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melorot 1,58 persen menjadi Rp3.740, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tergerus 0,62 persen menjadi Rp32.200 per lembarnya.

Selanjutnya, saham PT Unilever Indonesia (Tbk. (UNVR) turun 1,26 persen menjadi Rp7.850, saham PT Astra International Tbk. (ASII) melorot 1,18 persen menjadi Rp6.275, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turun 2,30 persen jadi Rp1.275, dan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 0,66 persen menjadi Rp7.500 per lembarnya.

Kemudian saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) longsor 9,71%, saham PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) turun 6,98 persen, dan saham PT Dian SwastatikaSentosaa Tbk. (DSSA) yang anjlok 16,91%.

Penurunan saham BBCA 0,62 persen pada Senin (3/2/2020) menyebabkan kapitalisasi saham BBCA tergerus Rp4,93 triliun menjadi Rp793,89 triliun. Pada komposisi kepemilikan BBCA, Keluarga Hartono menguasai 54,94 persen, melalui PT Dwimuria Investama Andalan.

Penurunan harga saham BBCA kemarin itu pun mengakibatkan Duo Hartono harus kehilangan Rp2,71 triliun dalam sehari atau setara dengan 311 mobil Lamborghini Aventador yang pada 2020, kabarnya, dibanderol dengan harga Rp8,7 miliar per unitnya (OTR)

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top