Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Efek Bola Salju Virus, Market Cap BBCA Menguap Rp32,04 triliun
Lihat Foto
Premium

Efek Bola Salju Virus, Market Cap BBCA Menguap Rp32,04 triliun

Penetapan status darurat dunia akibat wabah virus Corona memicu terjadinya tsunami di bursa Asia, termasuk Indonesia, di mana IHSG melorot sehingga menghapuskan harapan terjadinya January Effect. Bahkan saham BBCA terpaksa menguap Rp32,04 triliun dalam sehari.
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com
31 Januari 2020 | 20:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Harapan cuan dari peluang January Effect pupus sudah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang Januari 2020 terperosok 5,71 persen akibat efek bola salju virus Corona dan menyebabkan market cap saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menguap Rp32,04 triliun dalam sehari.

Pada penutupan perdagangan Jumat (31/1/2020), IHSG meninggalkan titik psikologis 6.000 dan ditutup pada level 5.940,05. Artinya harapan terhadap terjadinya efek penguatan bursa saham pada Januari, yang dikenal dengan January Effect, tidak menjadi kenyataan.

Berdasarkan data Bloomberg, saham-saham yang tercatat menjadi penekan utama IHSG, terutama saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang turun 3,86 persen atau Rp1.300 per lembarnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 2,62 persen, dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang turun 4,15 persen.

banner premium

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 3 artikel konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top