Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja menyusun tandan buah segar kelapa sawit untuk diolah menjadi Crude Palm Oil (CPO) di Pabrik Kelapa Sawit Adolina milik PTPN IV, di Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Selasa (13/8/2019). - ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Premium

Mengintip Rapor Merah Emiten Perkebunan Sawit

07 November 2019 | 13:45 WIB
Pundi-pundi laba emiten perkebunan sawit masih mengalami musim paceklik sepanjang Januari-September 2019. Emiten mana yang paling terpukul oleh lesunya harga dan permintaan CPO?

Bisnis.com, JAKARTA – Pundi-pundi laba emiten perkebunan sawit masih mengalami musim paceklik sepanjang Januari-September 2019. Emiten mana yang paling terpukul oleh lesunya harga dan permintaan CPO?

Pada periode Januari—September 2019, total pendapatan yang dibukukan oleh 13 emiten turun 5,77%, dari posisi Rp46,91 triliun pada kuartal III/2018 menjadi Rp44,20 triliun.

Penurunan pendapatan yang paling dalam dialami oleh PT Provident Agro Tbk. (PALM) dan PT Gozco Plantations Tbk. (GZCO) yang masing-masing terkoreksi 61,07% dan 44,58% secara tahunan. Hal itu sejalan dengan langkah divestasi aset kebun yang dilakukan perseroan.

Saat mayoritas emiten kebun mengalami kontraksi, pendapatan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP) dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) malah makin tebal. Pendapatan UNSP naik 32,36% dan DSNG mencetak pertumbuhan 18,87% year-on-year.

Di sisi profitabilitas, emiten kebun bisa dibilang 'babak belur'. Mayoritas emiten mengalami penurunan raihan laba bersih, berbalik rugi, bahkan membukukan rugi yang lebih besar dari Januari-September 2018.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top