Binaartha Sekuritas: Indeks Rawan Koreksi, Saham Pilihan Ini Berpotensi Naik

Binaartha Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahan 5.819--5.946 pada akhir pekan ini, Jumat (20/7/2018).
Fajar Sidik | 20 Juli 2018 06:44 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Binaartha Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahan 5.819--5.946 pada akhir pekan ini, Jumat (20/7/2018).

Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan IHSG ditutup melemah 0.34% di level 5871.077 pada 19 Juli 2018.

Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki rentang pada level 5845.170 hingga 5819.264. Sementara itu, resisten pertama maupun kedua memiliki range pada level 5908.957 hingga 5946.836.

Berdasarkan indikator, adapun MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif. Di sisi lain, Stochastic dan RSI sudah berada di area netral.

Saat ini, terlihat pola bearish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan potensi bearish continuation pada pergerakan indeks saham, sehingga indeks berpotensi menuju ke area support.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

*BBCA, Daily (23200) (RoE: 15.67%; PER: 25.58x; EPS: 902.96; PBV: 4.01x; Beta: 1.02):* Saat ini, terlihat pola tweezer top candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. “Sell on Strength” pada area 23100 – 23200, dengan target harga secara bertahap di level 22475 dan 21700. Resistance: 23400.

*BRPT, Daily (1800) (RoE: 3.67%; PER: 24.07x; EPS: 75.20; PBV: 0.88x; Beta: 1.67):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Accumulative Buy” pada area level 1780 - 1810, dengan target harga secara bertahap di level 1880, 2030 dan 2290. Support: 1765 & 1670.

*BSDE, Daily (1395) (RoE: 5.43%; PER: 16.56x; EPS: 84.84; PBV: 0.90x; Beta: 1.85):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Buy” pada area level 1380 – 1400, dengan target harga secara bertahap di level 1450, 1505, 1630 dan 1710. Support: 1350.

*INDF, Daily (6325) (RoE: 9.58%; PER: 11.80x; EPS: 540.24; PBV: 1.13x; Beta: 0.91):* Saat ini bahwa pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan sebelumnya terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level level 6250 – 6350, dengan target harga secara bertahap di level 6500, 6700 dan 6800. Support: 6200.

*SMBR, Daily (3340) (RoE: 1.49%; PER: 652.34x; EPS: 5.12; PBV: 9.76x; Beta: 1.99):* Saat ini, pergerakan harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan sebelumnya terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level level 3310 – 3350, dengan target harga secara bertahap di level 3440, 3800, 4170 dan 4530. Support: 3240.

*SMGR, Daily (6925) (RoE: 5.28%; PER: 25.00x; EPS: 279.00; PBV: 1.33x; Beta: 1.38):* Saat ini, pergerakan harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 6850 – 6950 dengan target harga secara bertahap di level 7200 dan 7650. Support: 6650.

(Disclaimer on)

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top