IPO Saham Masih Kosong, Emisi Obligasi Sudah Himpun Dana Rp40,51 Triliun

Aktivitas IPO di BEI kosong, namun emisi obligasi korporasi mencapai Rp40,51 triliun sejak awal 2026, dengan 36 emisi dari 26 emiten.
Warga melintasi kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa (17/2/2026)./JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Warga melintasi kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa (17/2/2026)./JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Executive Brief
  • Aktivitas IPO di Bursa Efek Indonesia masih kosong sejak awal tahun, sementara emisi obligasi korporasi berhasil menghimpun dana Rp40,51 triliun.
  • Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI mencapai 682 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp565,70 triliun dan US$134,01 juta dari 133 emiten.
  • Dalam pipeline emisi obligasi BEI hingga 6 Maret 2026, terdapat 20 emisi dari 13 calon penerbit dari berbagai sektor, termasuk Basic Materials, Energy, dan Financials.

* Executive Brief ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA – Aktivitas pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih kosong sejak awal tahun. Sementara itu, pencatatan obligasi korporasi terus berjalan dengan dana yang dihimpun tembus Rp40,51 triliun sejak awal tahun.

Berdasarkan data BEI per 6 Maret 2026, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2026 berjumlah 36 emisi dari 26 emiten senilai Rp40,51 triliun.

Dengan demikian, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI saat ini mencapai 682 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp565,70 triliun dan US$134,01 juta yang diterbitkan oleh 133 emiten.

Sementara itu, di dalam pipeline emisi obligasi BEI hingga 6 Maret 2026 sudah ada 20 emisi dari 13 calon penerbit efek bersifat utang dan sukuk, dengan perincian:

  • 1 Perusahaan dari sektor Basic Materials
  • 1 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals
  • 2 Perusahaan dari sektor Energy
  • 5 Perusahaan dari sektor Financials
  • 2 Perusahaan dari sektor Industrials
  • 2 Perusahaan dari sektor Infrastructures

Di sepanjang pekan lalu atau periode 2—6 Maret 2026, Bursa kedatangan tiga pencatatan obligasi. Pertama, pencatatan Obligasi Berkelanjutan V WOM Finance Tahap III Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. senilai Rp1,5 triliun. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idAAA untuk obligasi tersebut dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Kedua, Obligasi Berkelanjutan III Provident Investasi Bersama Tahap II Tahun 2026 diterbitkan PT Provident Investasi Bersama Tbk. senilai Rp940 miliar. Obligasi ini memperoleh peringkat idA dari Pefindo dan menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) sebagai Wali Amanat.

Ketiga, Obligasi Berkelanjutan I RMK Energy Tahap II Tahun 2026 oleh PT RMK Energy Tbk. senilai Rp560 miliar. Obligasi ini mendapat peringkat idA (Single A) dari Pefindo dengan PT Bank KB Bukopin Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.

 
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Editor : Dwi Nicken Tari
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

    Berita Terbaru

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    # Hot Topic

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Rekomendasi Kami

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Foto

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro