Intip Target Saham BCA (BBCA) Terbaru Senin (2/3)

Saham BCA (BBCA) turun 1,39% ke Rp7.075, namun 36 dari 37 sekuritas merekomendasikan beli dengan target harga Rp10.032, potensi return 41,8%.
Pekerja beraktivitas di dekat logo milik PT Bank Central Asia Tbk di Jakarta. Bisnis/Himawan L Nugraha
Pekerja beraktivitas di dekat logo milik PT Bank Central Asia Tbk di Jakarta. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Simak target saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terbaru menurut konsensus Senin (2/3/2026).

Pergerakan harga saham BBCA kembali terkoreksi pada Senin (2/3/2026). Sampai dengan pukul 15:00 WIB, mahar per lembar turun 1,39% ke Rp7.075.

Dengan demikian, harga saham BBCA tercatat telah mengalami koreksi 11,84% sejak awal 2026.

Kendati demikian, mayoritas sekuritas yang mengulas saham BBCA masih mempertahankan pandangan untuk prospek BCA hingga Senin (2/3/2026) pukul 15:00 WIB.

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 36 dari 37 sekuritas yang mengulas saham BBCA kompak memberikan rekomendasi beli. Sisanya, satu menyematkan peringkat hold.

Adapun, target harga saham BBCA berada di Rp10.032 dalam 12 bulan ke depan menurut konsensus sekuritas. Artinya, terdapat potensi return sekitar 41,8% dari level Rp7.075.

Sebagaimana diketahui, Bank Central Asia membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 4,9% menjadi Rp57,5 triliun sepanjang 2025.

Selain itu, BCA secara konsolidasian mencatat pertumbuhan kredit 7,7% secara year on year menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Secara rata-rata pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8% sepanjang 2025.

Penyeluruhan kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor seperti manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga. BCA juga menyampaikan giro dan CASA naik 13,1% year on year (yoy) hingga mencapai Rp1.045 triliun.

Jika dibandingkan konsensus Bloomberg, laba bersih BCA pada 2025 diproyeksikan mencapai sekitar Rp57,7 triliun, meningkat dibandingkan realisasi 2024 yang diperkirakan berada di kisaran Rp54,8 triliun. Dengan demikian, laba bersih BCA diperkirakan tumbuh sekitar 5% secara tahunan (year on year/yoy).

Lalu laba per saham (adjusted basic EPS) diproyeksikan naik dari sekitar Rp445 pada 2024 menjadi Rp468,6 pada 2025. Dari sisi pendapatan, net revenue BCA pada 2025 diperkirakan mencapai Rp115,7 triliun, meningkat dari sekitar Rp107,4 triliun pada 2024.

Konsensus memperkirakan net interest margin (NIM) BCA relatif stabil dengan kecenderungan menguat, dari sekitar 5,80% pada 2024 menjadi 5,87% pada 2025.

Dari sisi efisiensi permodalan, return on equity (ROE) BCA diproyeksikan sedikit turun dari sekitar 21,72% pada 2024 menjadi 21,09% pada 2025. Likuiditas BCA diperkirakan tetap sangat kuat. Rasio dana murah (CASA) diproyeksikan meningkat dari sekitar 81,07% pada 2024 menjadi 82,36% pada 2025.

Sementara itu, dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) diperkirakan berada di level 1,92% pada 2025, sedikit lebih tinggi dibandingkan sekitar 1,80% pada 2024.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro