KISI Kantongi Antrean 8 Aksi IPO, Ada Calon Emiten Beraset Rp3 Triliun

PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) mengelola 8 calon IPO dengan aset hingga Rp3 triliun, mencakup sektor perbankan hingga infrastruktur.
Warga melintas di dekat papan informasi saham di gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (19/2/2026)./JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Warga melintas di dekat papan informasi saham di gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (19/2/2026)./JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) mengungkapkan tengah mengelola mandat pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) bagi 7 hingga 8 perusahaan dalam pipeline 2026.

President Director KISI Kyoung Hun Nam menjelaskan bahwa calon emiten yang mengantre di KISI memiliki profil bisnis yang beragam. Sektor-sektor tersebut mencakup perbankan, pariwisata, pertambangan, hingga infrastruktur.

“Jumlah total IPO [dalam antrean KISI], saat ini kira-kira sekitar tujuh hingga delapan perusahaan,” ungkap Kyoung Hun Nam di sela-sela acara KISI Challenge The Next Wave di Jakarta, Jumat (27/2/2026) malam.

Kyoung Hun Nam menyebutkan dalam daftar itu terdapat perusahaan dengan nilai aset cukup signifikan, yakni berkisar antara Rp2 triliun hingga Rp3 triliun.

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017, perusahaan dengan nilai aset di atas Rp250 miliar masuk ke dalam kategori perusahaan dengan aset skala besar.

“Nilai tertinggi saat ini, sekitar Rp2 triliun hingga Rp3 triliun,” pungkasnya.

Di sisi lain, data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 20 Februari 2026 menunjukkan terdapat 8 perusahaan yang secara resmi berada dalam pipeline IPO nasional.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5 perusahaan masuk kategori aset skala besar, sementara 3 lainnya merupakan perusahaan aset skala menengah dengan rentang Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.

Secara sektoral, antrean di BEI didominasi oleh sektor barang baku dan keuangan masing-masing dua perusahaan. Sisanya berasal dari sektor transportasi dan logistik, konsumen primer, energi, serta industri yang masing-masing diwakili oleh satu calon emiten.

Hingga akhir Februari 2026, BEI mencatat belum ada perusahaan yang resmi melantai di bursa atau melakukan listing perdana. Saat ini, total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia masih bertahan di angka 956 emiten.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro