Bisnis.com, JAKARTA — PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) mendapatkan pinjaman dari PT Bank ICBC Indonesia senilai Rp800 miliar yang akan digunakan untuk membiayai kebutuhan perseroan.
Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), fasilitas kredit dari Bank ICBC Indonesia tersebut akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) dan atau pendanaan umum perusahaan.
Siendy K. Wisandana, Corporate Secretary Medco Energi Internasional menyebutkan bahwa perseroan telah menandatangani Perjanjian Kredit dengan PT Bank ICBC Indonesia pada tanggal 4 Februari 2026.
“Nilai pokok pinjaman Rp800.000.000.000 [delapan ratur miliar rupiah], jatuh tempo 60 bulan dari tanggal pencairan pertama,” kata Siendy dalam keterbukaan informasi tersebut, dikutip Kamis (5/2/2026).
Dia juga menyebutkan bahwa tidak terdapat dampak khusus penyampaian keterbukaan informasi tersebut, mengingat penyampaian keterbukaan informasi ini merupakan pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi berdasarkan POJK No. 31/2015.
Sebagai gambaran, Medco menargetkan produksi antara 165.000–170.000 barel setara minyak per hari (boepd) pada 2026 atau menjadi yang tertinggi.
CEO MedcoEnergi Roberto Lorato mengungkapkan bahwa perseroan sejauh ini sudah mampu mencatatkan produksi rata-rata minyak dan gas bumi (migas) sebesar 156.000 boepd pada 2025.
Jika dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya, capaian produksi migas sepanjang 2025 naik dari level 152.000 boepd.
“Memasuki tahun 2026, kami tetap fokus untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan, keunggulan operasional, serta disiplin dalam pengelolaan modal,” kata Roberto dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (29/1/2026).
Realisasi produksi migas MEDC pada 2025 didukung oleh proyek-proyek baru di Blok B Natuna serta peningkatan kepemilikan operasi di PSC Corridor menjadi 70%.
Sebelumnya, MEDC mengakuisisi Fortuna International (Barbados) Inc, dari Repsol E&P, S.à.r.l. Fortuna International merupakan pemegang hak kepemilikan tidak langsung sebesar 24% di PSC Corridor.
Adapun, pada kuartal IV/2025, produksi migas MEDC mencapai puncaknya, yakni sebesar 178.000 boepd dan rata-rata 176.000 boepd selama kuartal tersebut.
---
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.