Induk MDIY Jadi Saham Ritel Terbaik di Asia Tenggara Januari 2026

Saham MR DIY Group Malaysia menjadi yang terbaik di Asia Tenggara Januari 2026, didorong prospek konsumsi yang membaik dan ekspansi ritel yang agresif.
Direktur Utama MR DIY Indonesia Edwin Cheah saat Konferensi Pers capaian 1.000 toko di Indonesia, Rabu (19/2/2025). / Bisnis - Erta Darwati
Direktur Utama MR DIY Indonesia Edwin Cheah saat Konferensi Pers capaian 1.000 toko di Indonesia, Rabu (19/2/2025). / Bisnis - Erta Darwati

Bisnis.com, JAKARTA — Peritel Malaysia MR DIY Group M. Bhd., saham dengan kinerja terbaik di Asia Tenggara bulan ini, semakin menarik minat investor karena analis mengantisipasi potensi kenaikan dari prospek konsumsi yang membaik di negara tersebut.

Saham tersebut ditutup pada harga 1,88 ringgit per saham pada Senin (26/1/2026) mengakhiri kenaikan 23% bulan ini dan memimpin di antara 91 anggota Indeks MSCI Asean. BIMB Securities menetapkan target harga 12 bulan sebesar 2,40 ringgit, sementara MBSB Investment Bank memproyeksikan 2,20 ringgit.

Melansir Bloomberg, Selasa (27/1/2026), sebagai salah satu jaringan ritel terbesar di Malaysia dengan lebih dari 1.400 toko di seluruh negeri, MR DIY berencana untuk melakukan ekspansi lebih lanjut dan berada di posisi yang menguntungkan dari konsumsi domestik yang lebih kuat, didukung oleh stimulus pemerintah dan perekonomian yang membaik.

Para pembuat kebijakan mengandalkan daya beli rumah tangga yang tangguh, dibantu oleh tingkat pengangguran yang rendah, dan peningkatan pariwisata untuk mengimbangi tantangan global.

Pendorong utama bagi sektor ini berasal dari pembayaran tunai pemerintah sebesar 100 ringgit kepada warga dewasa, yang dapat dibelanjakan di toko ritel dan gerai kelontong tertentu. Perusahaan menyoroti program ini sebagai pendorong utama bagi sektor ritel, ketika melaporkan peningkatan penjualan sebesar 5,6% secara tahunan dan rencana untuk 155 toko baru dalam hasil kuartalan terbarunya.

"Dipadukan dengan meningkatnya kepercayaan konsumen dan prospek makro yang kuat, MR DIY sebagai perusahaan yang bergerak di bidang barang konsumsi non-esensial siap untuk tahun yang lebih baik ke depan," kata Jayden Vantarakis, kepala riset ekuitas ASEAN di Macquarie Capital di Singapura.

Di Indonesia, entitas anaknya PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY) yang juga menggunakan merek ritel MR DIY, memiliki lebih dari 1.200 gerai di seluruh negeri. MDIY melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Desember 2024.

Hingga Selasa (27/1/2026), MDIY ditutup terkoreksi 2,56% di level Rp950. Dalam satu tahun terakhir, koreksi saham tercatat sebesar 43,28%.

 
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Editor : Reni Lestari
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

    Berita Terbaru

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    # Hot Topic

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Rekomendasi Kami

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Foto

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro