Otomotif Lesu, Astra (AUTO) Injak Pedal Diversifikasi Bisnis di 2026

Astra Otoparts (AUTO) akan mempercepat diversifikasi bisnis ke sektor alat kesehatan dan berat pada 2026 untuk mengatasi lesunya pasar otomotif.
astra otoparts/astraotoparts.com
astra otoparts/astraotoparts.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) bersiap mempercepat strategi diversifikasi bisnis, antara lain ke sektor alat kesehatan dan alat berat guna memperkuat operasional di tengah malaise industri otomotif Tanah Air. 

Lesunya industri otomotif tecermin dari data penjualan wholesales yang menunjukkan total pasar mobil domestik mencapai 803.691 unit pada 2025. Jumlah ini turun 7,1% dibandingkan capaian 2024 yakni 865.362 unit. 

Direktur Keuangan Astra Otoparts, Sophie Handli, menyatakan bahwa tahun ini tetap menjadi periode yang penuh tantangan bagi perseroan. Mengingat tren kelesuan industri otomotif sejak tahun lalu masih berlanjut. 

Namun, AUTO optimistis mampu meraih pertumbuhan dengan mengandalkan penguatan fundamental bisnis dan diversifikasi sumber pendapatan baru.

“Kami melihat adanya berbagai peluang melalui penguatan fundamental bisnis dan diversifikasi sumber pendapatan. Oleh sebab itu, perseroan tetap menargetkan pertumbuhan kinerja dengan fokus pada ekspansi pasar dan peningkatan efisiensi,” ujar Sophie kepada Bisnis.com, Rabu (21/1/2026).

Dalam upaya mendongkrak pendapatan pada tahun ini, entitas anak PT Astra International Tbk. (ASII) ini akan mempertahankan sejumlah strategi utama.

Perseroan berencana menambah varian produk baru, serta memperluas jaringan distribusi dengan menambah jumlah outlet. AUTO juga melakukan inisiatif ekspansi guna memperluas jangkauan pasar ekspor komponennya.

“Kami juga akan mempercepat diversifikasi bisnis ke segmen nonotomotif, seperti medical devices, komponen alat berat dan pertambangan, serta sektor industri lainnya, sebagai bagian strategi di luar bisnis otomotif,” ucap Sophie.

Dari sisi internal, Astra Otoparts fokus pada peningkatan produktivitas melalui program pengurangan biaya dan otomasi pada proses produksi. Digitalisasi operasional turut ditingkatkan untuk memastikan struktur biaya tetap kompetitif di tengah fluktuasi harga bahan baku dan permintaan pasar.

Dengan kombinasi strategi pertumbuhan dan efisiensi, AUTO menargetkan pertumbuhan kinerja yang lebih resilien dan berkelanjutan sepanjang 2026.

“Fokus utama adalah menjaga struktur biaya yang kompetitif dan meningkatkan produktivitas agar kinerja keuangan perseroan tetap terjaga di tengah kondisi pasar yang menantang,” pungkas Sophie. 

 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro