Harga Bitcoin Cetak Rekor Tertinggi dalam 3 Pekan, di Tengah Gejolak AS vs Venezuela

Harga Bitcoin mencapai level tertinggi dalam tiga pekan di tengah ketidakpastian politik global akibat penggulingan Presiden Venezuela oleh AS.
Warga mencari informasi tentang Bitcoin di Jakarta, Rabu (25/6/2025). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Warga mencari informasi tentang Bitcoin di Jakarta, Rabu (25/6/2025). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Executive Brief
  • Harga Bitcoin mencapai level tertinggi dalam tiga pekan terakhir di tengah ketidakpastian politik global setelah penggulingan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, oleh Amerika Serikat.
  • Penguatan Bitcoin didorong oleh sentimen positif di pasar Asia dan minat investor terhadap aset digital, sementara tekanan jual dari penambang dan investor besar relatif minim.
  • Investor mengucurkan dana besar ke produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin di AS, mengindikasikan potensi perubahan sentimen pasar, dengan level US$94.000 menjadi target penting bagi pelaku pasar.

* Executive Brief ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA — Harga Bitcoin mencetak level tertinggi dalam tiga pekan di tengah ketidakpastian politik global setelah Amerika Serikat menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada akhir pekan lalu.

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (5/1/2026), aset kripto terbesar di dunia itu sempat menguat hingga 2,3% ke level US$93.323, menjadi level tertinggi sejak 11 Desember 2025. Adapun, Ethereum dan sejumlah aset kripto utama lainnya juga terpantau bergerak menguat.

Penguatan Bitcoin terjadi di tengah sentimen positif pasar Asia, di mana bursa saham mencetak rekor tertinggi sepanjang masa berkat reli saham teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). 

Di sisi lain, harga emas melonjak hingga 2% menembus US$4.400 per troy ounce, sementara harga perak melesat hingga 4,8%, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset aman menyusul penangkapan Maduro.

Bitcoin selama ini kerap dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven) pada masa gejolak, meski pada periode tertentu pergerakannya juga sejalan dengan saham dan aset berisiko lainnya.

APAC Derivatives Trading Lead FalconX Sean McNulty mengatakan saat ini penguatan Bitcoin didorong oleh pelaku pasar yang fokus pada aset digital atau crypto-native firms, serta minimnya tekanan jual dari kelompok seperti penambang Bitcoin, family office beraset besar, dan dana investasi utama.

Dalam beberapa pekan terakhir, Bitcoin cenderung bergerak dalam kisaran sempit dan tertinggal dari reli pasar saham selama libur Natal, serta menutup tahun lalu dengan penurunan 6,5%. 

Sepanjang 2025, Bitcoin juga berkinerja di bawah ekspektasi meskipun terdapat berbagai kemajuan kebijakan di AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump yang dikenal pro-kripto.

Pada 2 Januari lalu, investor tercatat mengucurkan dana sebesar US$471 juta ke 12 produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin yang tercatat di AS, terbesar sejak 11 November, yang mengindikasikan potensi perubahan sentimen pasar.

Menurut McNulty, ke depannya, pelaku pasar mencermati apakah Bitcoin mampu menembus level US$94.000 secara berkelanjutan, dengan area US$88.000 dipandang sebagai level support kunci yang perlu diwaspadai.

 
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Bloomberg
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro