TBS Energy (TOBA) Fokus Proyek PSEL di Asean, Bagaimana dengan WTE Danantara?

TBS Energi Utama (TOBA) fokus ekspansi bisnis pengelolaan limbah di ASEAN, mengabaikan proyek WTE Danantara di Indonesia, dengan pendapatan waste management naik 1.000%.
PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) menggelar rapat umum pemegang saham dan luar biasa (RUPSLB) di Jakarta, Kamis (14/11/2024)./Bisnis-Abdullah Azzam
PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) menggelar rapat umum pemegang saham dan luar biasa (RUPSLB) di Jakarta, Kamis (14/11/2024)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) lebih memilih fokus untuk ekspansi bisnis waste management di pasar Asia Tenggara, alih-alih memprioritaskan proyek waste-to-energy (WTE) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Danantara di dalam negeri. 

Mirza Rinaldy Hippy, SVP Corporate Finance and Investor Relations TOBA, mengatakan bahwa inisiasi bisnis waste management perseroan telah dimulai sejak 2018 dan menunjukkan hasil kinerja yang nyata. 

Di balik rugi bersih yang ditanggung perseroan sebesar US$127,38 juta sepanjang kuartal III/2025, pendapatan TOBA dari segmen waste management melejit lebih dari 1.000%, dari US$9,75 juta selama kuartal III/2024 menjadi US$111,92 juta dalam kuartal III/2025. Porsinya terhadap total pendapatan juga membesar dari hanya 2,89% menjadi 38,84%.

Sebagai motor penggerak bisnis manajemen limbah di pasar ASEAN, TOBA telah mengakuisisi Asia Medical Enviro Services (AMES) dan CORA Environment di 2025. Menurutnya, kemajuan bisnis pengelolaan limbah ini menjadi sebuah advantage sekaligus peluang bagi TOBA untuk membentuk platform pengolahan limbah regional di Asia Tenggara melalui ekspansi ke pasar internasional. 

"Bisnis pengolahan limbah di pasar internasional Asia Tenggara memiliki potensi yang menarik sehingga keikutsertaan dalam proyek waste-to-energy yang dijalankan oleh Danantara tidak menjadi prioritas bagi TBS. Saat ini, TBS sedang menjajaki peluang investasi dan akuisisi bisnis hijau di pasar regional, seperti Vietnam, Malaysia dan Thailand," ujar Mirza dalam paparan kinerja kuartal III/2025 di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Saat ini, CORA Environment sedang dipersiapkan sebagai salah satu jangkar bisnis, setelah perusahaan meninggalkan sepenuhnya bisnis batu bara pada 2030 mendatang. Entitas ini sebelumnya bernama SembWaste dan Sembcorp Environment, yang diakuisisi TOBA pada awal tahun ini.  Sembcorp Environment Pte Ltd merupakan perusahaan regional Asia Tenggara, berbasis di Singapura, yang fokus pada bisnis ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah. 

"Sebagai pemain di bisnis pengolahan limbah di tingkat regional, TOBA sejatinya paling siap mengembangkan bisnis waste-to-energy," ungkapnya.

Adapun, Danantara sebelumnya menyatakan ada lebih dari 120 perusahaan yang tertarik untuk ikut tender waste to energy dalam bentuk Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Pada tahap awal, akan terdapat 10 PSEL di 10 kota di Indonesia. Proyek ini rencananya akan diluncurkan pada akhir tahun ini.

Dalam kesempatan ini, Mirza juga meluruskan berbagai rumor yang beredar selama ini bahwa TOBA akan diuntungkan dalam proyek WTE Danantara, mengingat salah satu petinggi Danantara adalah Pandu Sjahrir yang menjabat sebagai Chief Investment Officer Danantara.

Sebagaimana diketahui, Pandu sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama TOBA yang kemudian mengundurkan diri karena fokus di Danantara.

"Kami fokus kepada apa yang ada di depan mata saat ini, di mana itu bisa berkontribusi langsung terhadap EBITDA. Makanya saat ini kami prioritaskan, kami melihat aset regional di mana memang secara kesiapan mereka sudah siap, dan berkontribusi langsung terhadap top line maupun bottom line perusahaan," pungkasnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro