TBS Energi (TOBA) Bukukan Rugi Bersih US$127 Juta per Kuartal III/2025

PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) mencatat rugi bersih US$127 juta pada Kuartal III/2025 akibat penurunan harga batu bara dan divestasi PLTU.
Direktur PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) Juli Oktarina (kiri) bersama SVP Corporate Strategy & Investor Relations Nafi Sentausa memberikan keterangan saat jumpa pers seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Luar Biasa di Jakarta, Kamis (14/11). /Bisnis/Abdullah Azzam
Direktur PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) Juli Oktarina (kiri) bersama SVP Corporate Strategy & Investor Relations Nafi Sentausa memberikan keterangan saat jumpa pers seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Luar Biasa di Jakarta, Kamis (14/11). /Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) mencatatkan rugi bersih dalam periode Januari-September 2025. Emiten batu bara yang tengah transisi ke bisnis waste management ini mengalami penurunan performa seiring dengan lesunya harga komoditas batu bara.

Berdasarkan laporan keuangan, TOBA membukukan pendapatan sebesar US$288,17 juta dalam kuartal III/2025. Angka ini turun 14,40% dibanding pendapatan kuartal III/2024 sebesar US$336,65 juta.

Direktur TOBA Juli Oktarina menegaskan di luar dampak satu kali transaksi dan bisnis pertambangan batu bara, perseroan mencatat keuntungan di US$1,8 juta.

"Ini mencerminkan kinerja positif bisnis-bisnis baru perseroan yang mendukung keyakinan manajemen akan arah transformasi perseroan," ujar Juli dalam paparan kinerja kuartal III-2025, di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Bila dibedah, penjualan batu bara dalam periode kuartal III/2025 susut 44,43% year on year (YoY) dari US$271,04 juta menjadi US$150,62 juta. Kontribusi segmen penjualan batu bara terhadap total pendapatan juga turun dari 80,51% pada kuartal III/2024 menjadi 52,26% sepanjang kuartal III/2025.

Sementara itu, pendapatan dari treatment dan pembuangan limbah melesat dari US$9,75 juta menjadi US$111,92 juta. Kontribusinya juga membesar dari hanya 2,89% pada kuartal III/2024 menjadi 38,84% selama kuartal III/2025.

Sedangkan dari segmen lainnya, pendapatan ketenagalistrikan susut 67,76% dari US$44,54 juta menjadi US$14,36 juta. Penjualan tandan buah segar, inti sawit dan minyak sawit mentah naik 21,41% dari US$4,39 juta menjadi US$5,33 juta. Sedangkan, pendapatan dari penjualan dan sewa kendaraan listrik turun 14,87% dari US$6,86 juta menjadi US$5,84 juta.

Sementara itu, beban pokok pendapatan naik tipis 3,03% YoY menjadi US$266,14 juta, sehingga laba bruto perseroan dalam kuartal III/2025 terpangkas cukup dalam, menjadi US$22,03 juta, alias turun 71,90% YoY dibanding US$78,39 juta sepanjang kuartal III/2024.

Dengan begitu, TOBA membukukan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau rugi bersih sebesar US$127,38 juta, berbanding dengan laba bersih US$34,84 juta sepanjang kuartal III/2024.

Juli bilang, meskipun menderita kerugian TOBA sukses mencatatkan adjusted EBITDA positif senilai US$31,84 juta.

Dia menerangkan, kerugian yang diderita TOBA tergolong rugi non-tunai (non-kas) karena terjadi dari transaksi divestasi dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) serta biaya akuisisi bisnis hijau yang bersifat satu kali (one-time expense) dan tidak berulang (non-recurring), serta kerugian bisnis pertambangan batu bara yang disebabkan penurunan harga komoditas. 

"Sebaliknya, dari hasil divestasi PLTU tersebut TOBA meraih tambahan dana yang dapat digunakan untuk ekspansi ke bisnis berkelanjutan," ungkapnya.

Adapun, sumber rugi non-kas terbesar berasal dari pencatatan rugi divestasi PLTU Minahasa Cahaya Lestari (MCL) dan Gorontalo Listrik Perdana (GLP) senilai total US$96,9 juta. 

Sesuai ketentuan PSAK untuk proyek Independent Power Producer (IPP) dengan skema Build-Own-Operate-Transfer (BOOT), nilai aset yang tercatat mencakup pendapatan masa depan yang belum direalisasi.

"Ketika aset tersebut dijual, bagian pendapatan yang belum jatuh tempo otomatis dihapus (write-off) dan tercermin sebagai rugi non-kas dalam laporan laba rugi," pungkasnya.

 
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro