Bisnis.com, JAKARTA – Emiten anak usaha Pelindo Group PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) berencana menambah armada kapal dalam rangka ekspansi pada tahun ini. Untuk itu, IPCM pun menganggarkan kebutuhan dana sebesar Rp148 miliar.
Direktur Keuangan, SDM & Manajemen Risiko Jasa Armada Indonesia Dessy Emastari Prihatiningtyas mengatakan dari total dana yang dibutuhkan, IPCM akan menggunakan sebesar Rp80 miliar pada tahun ini dan sisanya akan diserap pada 2026. Dia mengatakan, dana yang disiapkan perseroan itu akan dimanfaatkan untuk penambahan kapal baru.
“Kami nanti akan melakukan penambahan dua armada kapal sekitar Rp148 miliar, itu multi years sampai tahun depan,” ujar Dessy dalam public esxpose pada Selasa (9/9/2025).
Saat ini IPCM tengah berinvestasi dalam pembangunan dua kapal tunda Azimuth Stern Drive (ASD) baru. Sementara itu, IPCM sejauh ini telah memiliki 96 kapal, di antaranya 30 pilot boats, 61 tugboats, dan 5 mooring boats.
Direktur Utama Jasa Armada Indonesia Shanti Puruhita mengatakan dua kapal baru itu diproyeksikan akan digunakan pada tahun depan. Selain dengan penambahan kapal, IPCM pun bergeliat ekspansi menyasar operasional layanan di terminal khusus baru, terutama di wilayah Indonesia Timur.
“Terminal khusus banyak, terutama di wilayah yang banyak tambangnya, seperti di Halmahera terjadi penambahan jumlah terminal yang signifikan. Kenaikan persentase terminal khusus terakumulasi dengan penambahan pelayanan,” ujar Shanti.
Seiring dengan ekspansi yang dijalankan, IPCM menargetkan pertumbuhan kinerja pendapatan dan laba 5% pada tahun ini. Akan tetapi, menurutnya terdapat sejumlah tantangan yang menyertai bisnis IPCM seperti kekhawatiran dinamika geopolitik di global serta pelemahan perekonomian nasional.
Berdasarkan laporan keuangan, IPCM sendiri telah mencatatkan pendapatan sebesar Rp714 miliar, meningkat 19,25% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada semester I/2025 dari Rp598,75 miliar pada semester I/2024.
Dilihat dari kontribusi pendapatan, pemasukan dari jasa penundaan kapal sebesar Rp639,27 miliar menyumbang porsi paling besar yaitu 89,53% terhadap total pendapatan. Selanjutnya kontribusi dari jasa pemanduan kapal sebesar Rp51,18 miliar atau 7,17% dari total pendapatan.
Adapun, IPCM telah membukukan laba bersih sebesar Rp90 miliar pada semester I/2025, naik 15,02% yoy dibandingkan laba bersih Rp78 miliar pada semester I/2024.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.