Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
BEI Blak-blakan Nasib Belasan Emiten Terancam Delisting
Lihat Foto
Premium

BEI Blak-blakan Nasib Belasan Emiten Terancam Delisting

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menempuh sejumlah langkah untuk emiten yang terancam delisting.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com
26 Januari 2023 | 08:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) blak-blakan soal langkah yang telah diambil untuk belasan emiten terancam penghapusan pencatatan atau delisting.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis.com, BEI telah mengeluarkan pengumuman potensi atau risiko delisting terhadap sekitar 15 emiten pada rentang Desember 2022 hingga 17 Januari 2023.

Belasan emiten itu telah disuspensi oleh Bursa dengan durasi yang beragam. Teranyar, PT Trikomsel Oke Tbk. (TRIO) misalnya telah disebut BEI telah disuspensi mencapai 24 bulan pada 17 Juli 2021. 

Adapun, berdasarkan susunan pemegang saham TRIO terdapat sekitar 1,65 miliar saham masyarakat atau setara dengan 6,34 persen hingga 31 Desember 2022.

Dalam daftar tersebut, porsi kepemilikan saham  masyarakat di sejumlah emiten bahkan mencapai lebih dari 50 persen. Jumlah terbesar berada di saham PT Envy Technologies Indonesia Tbk. (ENVY) dengan 93,37 persen per 31 Januari 2022.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa, delisting dapat dilakukan apabila perusahaan tercatat mengalami sekurang-kurangnya satu kondisi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top