Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Suplemen Tambahan Kokok Saham JPFA, CPIN, MAIN dkk Akhir 2022
Lihat Foto
Premium

Suplemen Tambahan Kokok Saham JPFA, CPIN, MAIN dkk Akhir 2022

Tren bugar sektor saham perunggasan JPFA, CPIN, WMPP pada akhir 2022 digadang-gadang masih akan terus berlanjut.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com
05 Desember 2022 | 11:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Geliat pemulihan emiten sektor perunggasan JPFA, CPIN, hingga WMPP pada akhir 2022 menjadi suntikan suplemen tambahan untuk mengarungi periode 2023.

Sampai dengan akhir kuartal III/2022, mayoritas emiten unggas memang melaporkan penurunan laba bersih. Capaian itu merupakan imbas dari beban pokok pendapatan yang naik akibat harga tinggi bahan baku yang berlanjut.

Sebagai contoh, laba bersih PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) menyusut 5,24 persen secara tahunan menjadi Rp1,42 triliun kendati penjualannya mampu tumbuh 12,16 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp36,79 triliun dalam 9 bulan 2022.

Sementara itu, penjualan PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMUU) yang tergerus 6,63 persen YoY menjadi Rp2,04 triliun membuat laba bersih perusahaan merosot 37,05 persen YoY menjadi Rp91,9 miliar.

Kontras dengan tekanan laba yang dialami kompetitornya, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) membukukan kenaikan penjualan dan laba bersih sepanjang Januari—September 2022.

Dalam periode itu, penjualan Charoen Pokphand naik 15,54 persen YoY menjadi Rp43,43 triliun dan mendorong laba bersihnya meningkat 9,05 persen secara tahunan menjadi Rp3,18 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top