Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Ambisi BUMN Jadi Bahan Bakar Tambahan Emiten Kendaraan Listrik Indonesia
Lihat Foto
Premium

Ambisi BUMN Jadi Bahan Bakar Tambahan Emiten Kendaraan Listrik Indonesia

Misi besar yang dibidik BUMN untuk ekosistem kendaraan listrik sejalan dengan ekspansi sederet perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia.
M. Nurhadi Pratomo & Rizqi Rajendra
M. Nurhadi Pratomo & Rizqi Rajendra - Bisnis.com
15 November 2022 | 17:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Misi besar di ekosistem kendaraan listrik diusung oleh keluarga BUMN lewat Indonesia Battery Corporation (IBC).

Dilansir dari Bloomberg Selasa (15/11/2022), IBC berencana memproduksi 50.000 baterai untuk kendaraan roda dua atau motor pada tahun depan.

Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation Toto Nugroho mengungkapkan prototipe produk telah memiliki akreditasi keselamatan. Menurutnya, produksi telah siap dimulai.

“Ini pasar yang sangat bagus, ini juga akan bagus untuk lingkungan khususnya dalam mengurangi emisi dan mengurangi impor bahan bakar jadi kami akan bekerja untuk itu dulu,” ujarnya.

Sebagai catatan, IBC dibentuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2021. Entitas itu dibentuk untuk mewujudkan ambisi Jokowi untuk memiliki rantai pasok kendaraan listrik dari hulu hingga ke hilir atau dari bijih nikel hingga membuat kendaraan listrik.

Pemerintah ingin meningkatkan penggunaan kendaraan listrik menjadi 2 juta unit pada 2025. Selain itu, terdapat rencana untuk menawarkan insentif Rp7,5 juta bagi konsumen yang menukar sepeda motor berbahan bakar minyak dengan listrik.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top