Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Paradoks LinkAja: Penetrasi Jalan tapi Valuasi Turun
Lihat Foto
Premium

Paradoks LinkAja: Penetrasi Jalan tapi Valuasi Turun

Valuasi LinkAja sebagai sebuah perusahaan terindikasi melorot, meski penetrasi layanannya masih berlanjut.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com
11 November 2022 | 16:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Musim dingin sektor teknologi alias tech winter belum menumbangkan LinkAja. Di tengah kondisi perekonomian yang serba tak pasti pun, dompet digital pelat merah itu masih melaporkan pertumbuhan pengguna.

Namun, awan mendung yang menyelimuti industri startup dan perusahaan teknologi bukannya tidak berdampak sama sekali. Betapapun perusahaan bersiasat, persepsi pasar terhadap nilai atau valuasi LinkAja sebagai sebuah bisnis terindikasi surut.

Penurunan valuasi LinkAja, salah satunya, tergambar dari pandangan yang disematkan oleh salah satu investornya yakni PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk. (BBNI).

Berbeda dari investor dari kalangan BUMN lain macam PT Bank Mandiri Persero Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk. (BBRI), atau PT Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk. (TLKM), BBNI tidak melaporkan perkembangan investasinya di LinkAja menggunakan metode nilai tercatat. Melainkan, memakai nilai wajar atau fair value sebagai matriks.

Fair value, menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK), adalah harga yang potensial diterima apabila suatu aset dijual, atau dibayarkan untuk mengalihkan liabilitas dalam transaksi antara pelaku pasar pada suatu tanggal pengukuran. Pendeknya, berbeda dari nilai tercatat yang cenderung merekapitulasi valuasi berdasarkan aset, nilai wajar cenderung menitikberatkan pada penilaian pasar atas perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2022, per 30 September BBNI memiliki porsi saham setara 9,89 persen atas PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), badan hukum pengelola LinkAja. Kepemilikan tersebut dilaporkan setara dengan nilai wajar Rp451,83 miliar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top