Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Langkah BIPI, Beli Lalu Obral Saham ITMA dalam Hitungan Hari
Lihat Foto
Premium

Langkah BIPI, Beli Lalu Obral Saham ITMA dalam Hitungan Hari

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) baru saja melakukan aksi jual saham PT Sumber Energi Andalan Tbk. (ITMA) dalam jumlah jumbo.
Yustinus Andri & M. Nurhadi Pratomo
Yustinus Andri & M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com
01 November 2022 | 20:11 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Dua buah aksi korporasi yang cukup kontras dilakukan oleh PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) terhadap kepemilikan sahamnya di PT Sumber Energi Andalan Tbk. (ITMA). Terbaru, BIPI mengobral kepemilikan sahamnya di ITMA dalam jumlah besar.

Seperti diketahui, pada 26 Oktober 2022, perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor infrastruktur sektor energi itu mengakumulasi sebanyak 100.000.000 saham Sumber Energi Andalan alias ITMA.

Kala itu, BIPI berhasil menambah total kepemilikan sahamnya di ITMA menjadi 418.560.000 lembar saham. Porsi saham yang dikempit BIPI pun bertambah dari 31,89 persen menjadi 41,90 persen.

Adapun, dalam aksi korporasi tersebut, baik BIPI maupun ITMA belum mengumumkan alasan dibalik aksi korporasi tersebut.

Jika mengacu pada harga saham ITMA pada penutupan perdagangan pada 26 Oktober 2022 yang berada di level Rp1.060, maka BIPI menggelontorkan dana sebesar Rp1,06 miliar untuk mengakumulasi saham tersebut.

Sekadar informasi, Sumber Energi Andalan yang berkode saham ITMA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan ekspor impor serta jasa konsultasi dalam bidang pertambangan dan energi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top