Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
HISTORIA BISNIS: NOBU dan Kembalinya Mochtar Riady (Grup Lippo) ke Bisnis Bank
Lihat Foto
Premium

HISTORIA BISNIS: NOBU dan Kembalinya Mochtar Riady (Grup Lippo) ke Bisnis Bank

Kiprah Grup Lippo dan Mochtar Riady di bisnis bank sempat terhenti, sebelum kembali setelah mengakuisisi Bank Nasionalnobu (NOBU) pada 2010.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com
04 Oktober 2022 | 19:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Ketika merayakan enam dasawarsa Grup Lippo, James Riady, anak dari Mochtar Riady, berangan kembali merambah bisnis perbankan. Angan-angan itu menjadi nyata ketika Grup Lippo mengakuisisi PT Bank Nasionalnobu Tbk. (NOBU) pada 2010. 

Sejarah panjang Grup Lippo memang berawal dari bisnis bank. Mochtar sebagai pendiri Lippo diberi julukan The Magic Man of Bank Marketing dan telah malang melintang di bisnis simpan-pinjam sejak usia 20-an tahun. Ambisi menjadi bankir bahkan sudah tertanam sejak usianya baru 10 tahun.

Namun, gerak lincah Mochtar dan Grup Lippo di industri perbankan Tanah Air sempat menemui sandungan. Sebagai pengingat, Bank Lippo pernah mengalami rush besar-besaran pada 1995 yang kemudian berhasil selamat berkat bantuan lima bank yakni, BCA, BII, Bank Danamon, Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), dan Bank Bali.

Ketika beberapa tahun kemudian krisis moneter menyapu, bunga kredit yang melambung tinggi ikut memukul Bank Lippo. Bank Indonesia akhirnya menginjeksi Rp6 triliun modal kerja untuk menyehatkan Bank Lippo. Sebagai ganti, Mochtar harus melepas kepemilikan saham mayoritas di perusahaan kesayangannya itu. Sebanyak 59 persen saham Bank Lippo jatuh ke tangan pemerintah.

Selain kehilangan saham mayoritasnya, kasus rekapitulasi perbankan pada 1998-1999 itu akhirnya juga mendudukkan Mochtar dalam daftar orang tercela (DOT). Meski hengkang dari pemegang saham pengendali, Mochtar tetap duduk di kursi Komisaris Utama.

Bank Lippo sendiri pada 2007 merger dengan Bank Niaga dan melebur menjadi PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) di bawah CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Group).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
back to top To top