Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Indosat (ISAT) Dikabarkan Bakal Kembali Jual Ribuan Menara?
Lihat Foto
Premium

Indosat (ISAT) Dikabarkan Bakal Kembali Jual Ribuan Menara?

PT Indosat Tbk. (ISAT) dikabarkan akan menjual menara telekomunikasi miliknya sebanyak 1.800 buah.
Rinaldi M. Azka & Herdanang A. Fauzan
Rinaldi M. Azka & Herdanang A. Fauzan - Bisnis.com
31 Agustus 2022 | 17:18 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah terakhir kali menjual aset menaranya kepada EdgePoint Indonesia pada 2021 lalu, kini PT Indosat Tbk. (ISAT) dikabarkan bakal kembali melego infrastrukturnya tersebut.

Seperti dilaporkan oleh Bloomberg, Rabu (31/8/2022), ISAT disebut-sebut sedang mempertimbangkan rencananya untuk menjual beberapa menara telekomunikasi miliknya.

Salah satu sumber yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, langkah itu diambil lantaran perseroan sedang berupaya menurunkan jumlah asetnya.

Adapun, sumber tersebut mengatakan, menara telekomunikasi yang akan dijual mencapai 1.800 buah. Dari aksi pelepasan aset itu, diharapkan perseroan yang baru saja merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia tersebut dapat meraup dana segar hingga US$250 juta.

ISAT pun mengaku membuka diri terhadap para penawar potensial yang tertarik dengan aset menaranya tersebut. Namun demikian, pembicaraan mengenai rencana pelepasan sejumlah aset menara oleh ISAT tersebut, dikabarkan masih dalam tahap awal dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Bisnis pun berupaya mengkonfirmasi kabar tersebut kepada manajemen ISAT. Namun, Steve Saerang selaku SVP-Head of Corporate Communications Indosat enggan memberikan komentar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top