Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ambisi Adhi Karya (ADHI) di Ibu Kota Negara Baru dan Lama
Lihat Foto
Premium

Ambisi Adhi Karya (ADHI) di Ibu Kota Negara Baru dan Lama

Adhi Karya (ADHI) membidik kenaikan nilai kontrak baru yang lebih tinggi pada 2023 melihat anggaran infrastruktur pemerintah yang meningkat.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com
22 Agustus 2022 | 19:21 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten BUMN Karya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), membidik kenaikan nilai kontrak baru sebesar 20 persen pada 2023. Optimisme itu berasal dari peingkatan anggaran infrastruktur pemerintahi yang membuka peluang bisnis Adhi Karya di ibu kota baru maupun lama.

Hingga akhir semester I/2022, bisnis emiten berkode saham ADHI terus membaik usai terpukul pandemi pada 2020. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2022, ADHI membukukan pendapatan sebesar Rp6,3 triliun atau naik sebesar 42,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2021 sebesar Rp4,4 triliun.

Kemudian dari sisi laba kotor tercatat sebesar Rp699,3 miliar. Selanjutnya laba bersih salah satu perusahaan BUMN Karya ini selama semester I/2022 sebesar Rp10,2 miliar atau naik 23,5 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp8,3 miliar.

Sedangkan total aset ADHI pada semester I/2022 mencapai Rp39,2 triliun. Aset itu terdiri dari liabilitas mencapai Rp33,2 triliun, mengalami penurunan dibandingkan akhir 2021 yang mencapai Rp34,2 triliun. Selanjutnya ekuitas sebesar Rp6,1 triliun atau naik 7,2 persen dibandingkan dibandingkan akhir 2021 yang mencapai Rp5,7 triliun.

"Kenaikan ekuitas ini salah satunya berasal dari IPO anak usaha ADHI, yaitu PT Adhi Commuter Properti Tbk. [ADCP] pada Februari 2022. Penurunan liabilitas dan kenaikan ekuitas di semester I/2022 ini mengindikasikan ADHI tengah melakukan penguatan struktur permodalan dan mengendalikan rasio likuiditas," terangnya, Senin (22/8/2022).

Dari sisi cash-in, di sepanjang Januari – Juni 2022 ini ADHI menerima realisasi pembayaran pekerjaan dua proyek besar yang sedang dikerjakan antara lain Proyek LRT Jabodebek Fase I sebesar Rp1,6 triliun (termasuk PPN) dari pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
back to top To top