Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Historia Bisnis: Tangan-Tangan ENRG & MEDC di Lahan Calon ‘Harta Karun’ Lumpur Lapindo
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis: Tangan-Tangan ENRG & MEDC di Lahan Calon ‘Harta Karun’ Lumpur Lapindo

Menilik sepak terjang Energi Mega Persada (ENRG) dan Medco Energi (MEDC) di kawasan lumpur Lapindo, hingga kemunculan potensi ‘harta karun’ yang menggegerkan.
Reni Lestari & Nyoman Ary Wahyudi
Reni Lestari & Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com
21 Agustus 2022 | 16:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Lama tak terdengar kabarnya, lumpur Lapindo muncul dengan kabar mengejutkan soal temuan ‘harta karun’ berupa logam tanah jarang pada awal tahun ini. Dua windu yang lalu pada 2006, terjadi semburan lumpur panas yang kemudian menagih tanggung jawab PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) dan PT Medco Energi Tbk. (MEDC).

Lapindo Brantas diketahui merupakan anak usaha ENRG yang juga masuk Grup Bakrie. Sedangkan MEDC berada di bawah sayap usaha taipan Arifin Panigoro.

Kedua emiten minyak dan gas tersebut memotori proyek Blok Brantas melalui anak-anak usahanya. Sehingga dengan demikian juga bertanggung jawab atas semburan lumpur panas yang terjadi di dekat sumur Banjarpanji 1 di Sidoarjo, Jawa Timur.

Menilik pemberitaan Harian Bisnis Indonesia edisi Selasa, 21 Agustus 2006, tak tanggung-tanggung, perkiraan biaya penanganan yang harus dirogoh tercatat sebesar US$70 juta atau sekitar Rp636,65 miliar, dengan asumsi kurs saat itu Rp9.095 per dolar AS.

Lapindo menanggung 50 persen biaya penanggulangan luapan lumpur itu atau US$35 juta. Sementara itu, sisanya akan ditanggung MEDC melalui entitasnya di bawahnya, PT Medco E&P Brantas sebesar 32 persen atau US$22,4 juta. Sedangkan 18 persen atau US$12,6 juta sisanya ditanggung Santos Brantas Pty.Ltd.

Persentase jumlah pertanggungan tersebut mencerminkan kepemilikan partisipasi masing-masing dalam proyek tersebut. Adapun, Lapindo Brantas sendiri saat itu merupakan perusahaan minyak dan gas yang 100 persen dimiliki oleh ENRG.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
back to top To top